ITB VS UNPAD! Skor 1:1

Kira-kira judulnya provokatif gag yah?

Okey, selamat untuk team Web Master ITB dan team Web Master Unpad yang telah sukses mengganti layout situs www.itb.ac.id dan www.unpad.ac.id dengan layout yang lebih baru, setelah dikonfirmasikan, kedua team tersebut sama sama mengganti layoutnya pada Senin 4 Agustus 2008. Apakah mereka janjian ?

Menurut penilaian sepintas dari saya, mengenai layout, keduanya sudah sangat OK! dalam artian sudah tidak perlu diragukan lagi, melihat siapa saja yang berada di balik pembuatan kedua situs tersebut. Namun tentu saja ada point plus yang amat berbeda dari kedua belah pihak.

Situs ITB sendiri, selain layoutnya yang search engine friendly (coba buka pakai lynx), situs ini mengusung konsep 2.0 yang cukup mendalam, dimana gambar untuk situs, berasal dari karya orang perorangan yang terdapat di Flickr dengan tag ITB, sehingga gambar yang diambil untuk situsnya, memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai sebuah institusi pendidikan.

Sedang untuk situs Unpad, selain layoutnya yang sederhana, situs ini menggunakan model-model yang cantik dan menarik, yang membuat situs ini betah dilihat dalam waktu yang lama.

Jadi untuk layout baru kedua perguruan tinggi ini, saya bisa beri nilai satu sama, sama sama unggul.

Anda penasaran, siapa saja yang berada di balik kedua team web master perguruan tinggi ini? Tentunya tidak asing lagi namanya, di ITB sendiri ada Widianto Nugroho, Djembar “Anduz” Lembasono, Beni Rio, dkk, sedang di Unpad, ada Pupung B Purnama, Hengky Anwar, dkk, yang kesemuanya sudah tidak asing lagi namanya dibelantara rimba dunia maya ini.

Untuk soal konsep desain dan juga teknologi dibelakang layar, mengingat nama-nama yang disebutkan diatas rasanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Selamat atas kerja keras kedua team, semoga makin berjaya πŸ™‚

Comments

42 responses to “ITB VS UNPAD! Skor 1:1”

  1. doni Avatar

    loh kok, domain UNPAD-nya expired??

  2. binusian Avatar
    binusian

    Sori tlat,, br bngun neh
    pokonamah unpad tai babi.. kuliah di unpad miceun duit t puguh, pinter hanteu, bangkrut pasti.
    berrdasarkan pakta brew πŸ˜‰

  3. rezi Avatar
    rezi

    buat yuda p sunandar..
    kuliah d u.n.p.a.d slama itu kga da hasilnya???
    menurut saya sii itu tergantung personalnya,gmana dya ngebawa dirinya di kampuss,so kalu nyalahin unpadnya ndiri,apa pantes??

  4. Tedi Setiadi Avatar

    emang susah jadi manusia saat ini. Karena sekarang ini katanya zaman edan, kalo nggak ikut edan nggak keduman. Makanya banyak anggota dewan yang makan dana siluman. Bahkan ketika ada anggota dewan yang terkenal β€˜putih’ diingatkan agar jangan ikut-ikutan, tapi katanya dana itu sayang jika tidak dimanfaatkan, untuk modal bergerak dalam perjuangan. Maka sudah dike manakankah sosok iman, yang seharusnya Qur’an dan Sunnah jadi pedoman, yang bukan hanya semangat dan indah saat diucapkan, dalam kajian – kajian rutin pekanan.
    Katanya zaman kiwari, kalo nggak jual diri nggak makan nasi. Makanya sekarang banyak anak – anak gadis jual diri. Isteri – isteri buka β€˜lapak’ dengan alasan bantu suami. Bahkan ada yang lebih parah sang ibu kandung jadi mucikari. Karena langganannya adalah para anggota Dewan yang baik hati. Dengan alasan membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Apakah mereka sudah tidak punya harga diri, umbar aurat hanya demi sesuap nasi, seolah sudah tidak ada jalan keluar lagi, seolah jika tidak melakukan itu mereka akan mati. Bukankah rezeki sudah ditetapkan oleh Sang Robbul Izzati. Tinggal bagaimana langkah kita untuk menjemput rezeki. InsyaAllah rezeki yang halal itu telah menanti.
    Katanya zaman gila, kalo nggak gila nggak bahagia. Makanya keluarlah prinsip jika ada kesempatan kita sikat saja. Halal haram sudah dilupa. Uang korupsi dibilang untuk bisnis jualan permata. Yang penting rumah megah ada dua, mobil mewah ada lima serta banyak tanam modal dalam reksadana. Lupakah mereka bahwa dunia ini hanya sementara, dunia yang sifatnya fana, hanya menunggu saat berakhirnya. Bukankah kabar gembira telah datang kepada mereka, akan adanya syurga yang siapapun akan kekal didalamnya. Maka mengapa mereka tidak tergoda untuk masuk kedalamnya.
    Katanya zaman gendeng, kalo nggak sableng nggak dianggap gayeng. Makanya ada motto buat apa hidup dibikin puyeng. Buat apa harus terikat dengan aturan agama untuk hidup yang nggak langgeng. Ngegele di kamar kost dan pergaulan bebas barulah greng. Apakah mereka tidak mudeng? Bahwa perbuatan mereka hanya memuaskan para pemilik modal yang berotak gendeng.
    Katanya zaman mbeling, kalo nggak clubbing nggak dianggap orang penting. Makanya banyak orang yang hobi minum topi miring. Ada ayah yang menggauli anaknya sampai bunting. Berbuat amanah bukan lagi hal yang penting. Akibatnya banyak Anggaran Negara dan Anggaran Daerah yang digunting. Yang penting keluarga dan rekan kerja puas main banking, tak peduli banyak rakyat yang bunuh diri karena pusing. Lupakah mereka dengan hari yang genting. Di Yaumul Hisab kala amal mereka ditimbang ternyata banyak yang garing, dengan hadiah azab neraka yang mendengarnya saja bikin bulu kuduk merinding.
    Katanya zaman sedeng, kalo nggak sedeng nggak digandeng. Makanya banyak pemimpin yang tutup mata kala banyak pengusaha membangun bedeng. Bedeng untuk jual miras dan lokalisasi berbuat sedeng. Karena merekalah yang mensuplai dana kampanye Pilkada dan Pemilu untuk para Kanjeng. Sehingga setelah terpilih seolah mata mereka tertutup hordeng. Harusnya mereka tahu bahwa jabatan sebenarnya bagaikan kaleng, yang ketika diinjak kaki pastilah gepeng. Maka ketika menjabat seharunya mereka menutup bedeng – bedeng, yang membuat masyarakat berbuat sedeng.
    Katanya zaman kalabendu, orang yang berbuat lurus dianggap lucu. Makanya KKN adalah motto hidupku. Sekolah dan guru jualan buku, yang wajib dibeli oleh para wali murid yang pasrah mati kutu, padahal mereka lagi pusing untuk bayar SPP bulan lalu. Sedangkan mereka sudah digaji dari pajak rakyat jenis ini itu. Seharusnya mereka bahu membahu, untuk menghilangkan kebodohan yang sudah membeku, yang dirintis oleh para penjajah sejak ratusan tahun lalu. Sehingga ketika ditanya oleh Allah Yang Maha Tahu, sudahkah menunaikan kewajiban atas jabatanmu itu. Maka senyum merekah akan hadir dari bibirmu, lantas berikan bukti jutaan anak didik yang sekarang tunduk menyembah kepada Allah Yang Satu.
    Katanya zaman burik, jadi orang baik malah dihardik. Maka ketika nasehat diucapkan yang terjadi adalah polemik. Guru tak mau mendengarkan kebenaran dari anak didik. Tetangga tak mau diingatkan bahkan yang menasehati dibilang udik. Anak mengingatkan orang tua malah dibawaan badik. Bukankah Rosulullah datang untuk meningkatkan akhlak manusia menjadi baik. Buahnya adalah hubungan antara sesama adalah ibarat kilauan pelangi yang menarik. Sehingga ketika nasehat datang seharusnya yang terucap adalah labbaik.

    By: Tedi Setiadi (Permata Intan Garut UIN SGD)

  5. blogg Avatar

    I really liked your blog!will chck back soon again thx

  6. Yemek Tarifleri Avatar

    I am reading your blog posts for a long time and this is my first comment at your blog because i like the post πŸ™‚ Please keep it up.

  7. Jim | Download Full Length Movies Avatar

    I found your blog on google and read some of your posts. I just added you to my Google News Reader. Excellent job you are doing here.

  8. Bodybuilding.com Coupons Avatar

    I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

  9. Make Money Online Avatar

    I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

    Regards,
    Mike

  10. budbundy Avatar

    Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

  11. Avo Avatar

    I really liked your blog!

  12. twitter software Avatar

    Some of these tools are new to me, maybe you could add them to my site for review.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *