Blog

  • Esia – Pengirim Spam Melalui Pesan Suara & Teks Terbanyak!

    Logo Esia
    Esia merupakan produk dari Bakrie Telecom yang memiliki pertumbuhan klien yang pesat dan juga fitur yang cukup lengkap di kelas CDMA. Esia juga memberikan tarif termurah dan terhemat, meski sering terjadi call drop dalam panggilannya, Esia juga sedikit banyak mengubah pola perilaku konsumen, dari lebih banyak mengirim SMS ke melakukan panggilan suara (Karena kalau SMS-an tarifnya sama dan nyampainya lama, bisa 3-4 harian).

    Fitur yang amat disayangkan dari Esia adalah mengirim Esia seringkali mengirimkan SMS SPAM berupa iklan, maupun fitur terbaru Esia, Terkadang SMS yang dikirimkan bisa lebih dari 10 buah per hari, ini lebih banyak daripada dikirimkan oleh provider GSM. Hal ini cukup mengganggu karena SMS selalu datang disaat yang tidak tepat, dan terkadang memenuhi Inbox SMS anda.

    Fitur yang juga disayangkan keberadaanya adalah pemberian nada panggil tunggu secara gratis dari Esia, tentunya diakhir bulan anda akan dikenakan biaya sebesar (kalau tidak salah) Rp.8000 untuk perpanjang nada tunggu tersebut secara otomatis.

    Fitur terbaru dan terparah dari Esia adalah SPAM via suara, saya baru saja mendapatkannya beberapa menit lalu, tepatnya, sebelum saya menuliskan postingan ini. Nomor telepon yang memanggil adalah 888. Ketika diangkat, mereka mempromosikan mengenai fitur terbaru (kalau tidak salah namanya DSS) untuk download Ringtone, Dll, berdurasi sekitar 30 detik dan berupa suara seorang wanita yang telah direkam sebelumnya.

    Tentunya anda yang menginginkan privasi disaat jam-jam tertentu atau momen tertentu amat terganggu dengan panggilan tidak diinginkan ini.

    Saran saya, Jika ada panggilan dari Nomor 888 di ponsel CDMA Anda (Esia) Kapanpun dan dimanapun, Silakan Reject Saja tanpa ragu-ragu.
    Anda pasti menyesal karena terganggu menerima telepon tersebut (Seperti yang saya alami).

    Kedepannya mungkin mereka akan mengirimkan Iklan melalui pesan singkat teks lebih banyak lagi dan melalui pesan suara lebih banyak lagi. Bersiaplah!

    *Berdoa semoga ada fitur untuk autoreject panggilan / sms di hp saya*

    Buntung pakai Esiaaaaa…..!

  • Layar Tancap

    Tiba-tiba saya teringat ke masa kecil saya ketika saya sedang mencari data untuk melengkapi tugas kuliah, dahulu om dan tante saya pernah mengajak ke pantai di daerah Anyer, disana ada pertunjukan layar tancap, kejadian ini sekitar 14 tahun lalu.

    Layar Tancap merupakan pertunjukan pemutaran video yang normalnya diadakan di tempat terbuka seperti lapangan atau alun-alun. Pertunjukan layar tancap ini sudah mulai jarang terdengar, karena kalah popularitas dengan bioskop kesayangan seperti Blitz Megaplex atau 21 Cineplex. Penontonnya pun mayoritas kelas menengah kebawah yang haus akan hiburan dan keramaian.

    Tentunya jika anda belum pernah menyaksikan pertunjukan layar tancap, amatlah disayangkan, disana anda bisa menemukan keramaian yang mengasyikkan, ada penjual harum manis, es cendol, dan jajanan pasar lainnya, sungguh menyenangkan suasana tersebut yang berbeda dengan menonton di Bioskop yang cenderung lebih formal.

    Menonton Layar Tancap di lapangan terbuka tentunya anda harus bersiap-siap dengan hujan, ada istilah “misbar” alias gerimis bubar dalam pertunjukan tersebut, dan juga istirahat film, sekitar 10-25 menit untuk mendinginkan proyektor pemutar film agar tidak kepanasan. Biasanya orang yang mengadakan pemutaran tersebut, sore harinya telah bersiap-siap untuk menggunakan jasa dari pawang hujan untuk memindahkan awan hujan disekitar lokasi tersebut ke tempat lain.

    Duduk menonton layar tancap pun jangan dibayangkan berada di hamparan rumput yang hijau, bisa saja anda kebagian tempat di pojok lapangan beralaskan tanah, biasanya suka ada orang yang berjualan koran untuk alas, bahkan menyewakan sarung dan juga tikar sebagai alas duduk, tentunya beberapa oknum sering memanfaatkan situasi seperti ini untuk berbuat tindakan asusila, tetapi itu hanya sebagian oknum saja 😀

    Ide yang muncul di hari valentine ini, nampaknya asyik jika kembali kemasa itu, dimana sering ada pertunjukan layar tancap, mengajak pasangan untuk nonton layar tancap sambil merasakan suasana malam minggu, menikmati jajanan pasar, harum manis, dan juga beramai-ramai bersama dengan golongan menengah kebawah, hmmm…. tentunya dengan asumsi belum ada bioskop sebagus 21 atau Blitz 😀

    yah, ini hanya berandai-andai saja, entah bisa jadi kenyataan, atau tidak….