Skala

Sejak beberapa hari lalu saya mengikuti acara peluncuran E-track di SBM, Tidur saya semakin tidak nyenyak karena ada ganjalan pemikiran yang rupanya ini merupakan masalah sehari-hari kita hadapi.

Adapun beberapa ganjalan tersebut adalah tentang skala.

Sehari-hari kita dihadapi dengan penyedia jaringan telekomunikasi yang kurang memerhatikan skala, dengan mengedepankan harga yang murah namun mengabaikan kualitas, bahkan reliabelitas, semisal, telepon yang sering putus, atau kresek kresek, apapun operatornya, kemudian jaringan internet yang turun naik bahkan sampai seorang teman kesulitan membuka situs lokal (localhost ?)

Okey, itu masalah tentang skala di kehidupan manusia yang mementingkan telekomunikasi lebih dahulu, namun ada juga masalah lucu di pemerintahan yang nampaknya terabaikan dengan keharusan seorang pemimpin daerah yang harus tenar atau memiliki massa yang banyak.

Sebagai Contoh sederhananya, kita ambil Jawa Barat, Berdasarkan referensi dari Wikipedia Indonesia, Jawa Barat memiliki penduduk sebesar 39.140.812 Jiwa pada tahun 2004, tentunya sekarang sudah bertambah entah berapa, Tentunya hal tersebut sebanding dengan jumlah penduduk Argentina di tahun 2007, yakni 40,301,927 Jiwa. Memang tidak sama persis, namun mendekati.

Tapi pernahkah anda berpikir, bahwa seseorang yang membuat peraturan atau memimpin di tingkat Propinsi Jawa Barat sebaiknya memiliki kemampuan sekelas Presiden Argentina ? Karena ia memimpin jutaan jiwa manusia yang tinggal di daerahnya.

Fiuh berat yah, lalu harus dimulai dari mana ini diselesaikan? Mengganti Gubernur ? Mengganti Infrastruktur ? kayaknya mengganti bukan solusi terbaik, lebih baik hantam saja rakyatnya dengan pendidikan yang lebih baik agar tidak salah dalam memilih, dan juga ajarkan bagaimana cara menggunakan sarana telekomunikasi dengan bijak.

Semoga di tahun depan, Manusia Indonesia sudah bisa lebih pintar lagi dalam memilih pemimpin, dan juga menggunakan (atau juga menjual) sarana telekomunikasi yang terbatas dengan bijak. Untuk Sekedar Informasi, Indonesia saat ini memiliki sekitar 230jt jiwa, hal ini hampir sama dengan dua kali penduduk Jepang, anda juga dapat melihat perbandingan jumlah penduduknya disini.

Comments

15 responses to “Skala”

  1. Bumi-Langit Avatar

    masih susah buat pintar, makan ajah masih sama jagung kering

  2. rendy Avatar

    kalau dia pintar, tentu dia bisa nyari makan yang lebih baik, entah itu dia berusaha menjadi entrepreneur, atau bekerja dengan penghasilan yang lebih baik 🙂

  3. Yudha P Sunandar Avatar

    sepertiny ngak segampang itu ren. masalahnya terlampau kompleks. andaikata masyarakatnya di suruh sekolah, kurikulum di sekolah juga masih ancur. belum lagi mental pragmatis masyarakat kita yang ujung2nya sekolah bukanny untuk mencari ilmu, tapi malah mencari kerja.

  4. proof { } Avatar

    jadi kurangi aja penduduk jawa barat, gitu aja ko repot 🙂

  5. rendy Avatar

    @yudha, pendidikan itu belum tentu harus dibangku sekolah

  6. afwan auliyar Avatar

    wah… analisisnya makyus neh…..

    wah…. berat klo di hitung2 dr skala …..

    walopun penduduknya banyak… pulaunya juga banyak ….
    bahkan bisa ber ribu2 kali lipat dr jepang … 😀

    tp memang negeri ini buth pemimpin yg memilki skala gede, bukan hanya perut nya saja yang gede 🙂

  7. MangoAddict Avatar

    Ga bisa dibandingin gitu donk … Maju tidaknya suatu bangsa masih terperngaruh banyak faktor. Memang untuk penduduk yg lebih banyak, ngurusin juga lebih susah. Namun potensi juga lebih besar.

  8. Wirawan Winarto Avatar

    perbandingannya terlalu naif deh. 🙂
    banyak faktor di samping jumlah penduduk saja.

    Sebut saja Congo punya jumlah penduduk yang sama dengan Inggris. Namun saya rasa kedua wilayah tersebut punya “level kesulitan untuk dipimpin” yang berbeda.

    Kualitas yang memimpin itu penting, namun yang tidak kalah penting juga adalah kualitas yang dipimpin dan resource yang ada.

    Anyway, nice write-ups 😀
    Salam kenal.

  9. rendy Avatar

    yoi, memang berbeda level kesulitannya, namun, beban kerjanya setidaknya hampir sama,

    maka dari itu, perlu diberikan gebrakan yaitu dengan menaikkan taraf pendidikan (tidak harus sekolah formal)

  10. Morning Coffee Avatar

    @rendy : @yudha, pendidikan itu belum tentu harus dibangku sekolah…
    spakat Kang… Masyarakat kita ini close society, gak punya social capital… Manusi bener2 jadi makhluk ekonomi… yang mikir kalo gak sekolah, mati! manusi bener2 diukur sama nilai ekonomisnya… hehe…
    Tapi kalo masalah pemerintah mah…
    saya masih gak percaya… mending konfrontatif. anggap pemerintah tidak ada, dan jangan pernah berharap ada sesuatu pun yang meretas kebawah..
    Kayak NOFX bilang ‘you wrong about tricle down economic…’
    hehe… sori kalo oot…

  11. agitdd99 Avatar

    bung rendy ini terlalu berpatokan dengan kuantitas, bukan qualitas. kalo misalnya penduduk se-jepang sana di tukar tempatnya dengan penduduk indonesia dengan jumlah yang sama, maka yang terbayang oleh saya adalah Indonesia akan menjadi negara maju dalam waktu sekurang-kurangnya 5 tahun (menurut pendapat saya).
    nah…sementara di jepang sana, yang isinya penduduk indonesia semua akan menjadi bangkrut dalam kurun waktu 3 tahun saja (menurut pendapat saya).
    kenapa?wong Orang Indonesia itu secara skala Qualitas Manusianya sendiri sudah demikian rendah. Suka Korupsi, Malas-malasan, suka akan budaya kekerasan/preman, yang kaya semakin kaya, semakin menindas yang miskin, yang miskin makin apatis, makin benci dengan orang-orang kaya, orang yang punya “power” menjadi sewenang-wenang dengan kewenangannya, dsb.
    Jadi, permasalahan dengan kondisi indonesia saat ini adalah perkara kualitas. kualitas moral, kualitas mental, dan kualitas lainnya. Coba lihat saja sekeliling anda, efek dari sebuah kata Kualitas dalam keseharian kita.

  12. mfajrinet Avatar

    Skalanya ada pada: Perbedaan pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita.
    Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik.

    Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.

  13. Rully Patria Avatar

    amiin..
    moga pemimpin yang akan kita pilih nanti (Pilwalpres) bisa mengayomi bukan cuman Jawa tapi Indonesia secara keseluruahn dengan adil…

    bukan cuma adil sama kolega doank..

  14. F Avatar

    Menurut saya, ada yang lebih penting dan mendesak untuk rakyat Indonesia dari pendidikan akademis. Karakter. Pendidikan karakter tepatnya. 🙂

    karakter tepat –> etos kerja tepat –> output tepat

  15. KOMPAS TV Admin Avatar

    Salam kenal,

    untuk Business & Finance, silahkan lihat http://www.kompas-tv.com/ap

    Ini adalah direct news feed dalam bentuk text dan video dari Associated Press (AP) International.

    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *