Lebaran Itu Memang Kebudayaan

Menyambung tulisan dari Rofiq, mengenai lebaran yang konon katanya asli dari Indonesia, saya punya pendapat lain dari hal ini. Lebaran itu nampaknya percampuran dari berbagai budaya yang sudah lama berada di Negeri ini dan diadopsi sehingga menjadi kebudayaan yang mendarah daging seolah-olah merupakan hal yang asli dari Indonesia.

Seperti, memakan penganan khas lebaran yang bisa berupa Opor, Ketupat, Rendang, Sayur Lodeh, atau khas dari daerah masing-masing (bisa dibandingkan juga dengan Thanksgiving Day). Pada malam hari menyalakan petasan atau kembang api yang aslinya berasal dari Negeri Tirai Bambu, juga menabuh bedug dan tetabuhan lainnya (saya lupa ini asalnya dari mana) menyemarakkan gema takbir serta melaksanakan salah satu perintah dalam Agama Islam bagi umatnya, yaitu membayar Zakat. Dan juga tradisi lain yang mungkin disetiap tempat berbeda, seperti sungkeman, Silaturahmi ke tetangga dan sanak saudara.

Tetapi nampaknya bukan hanya umat Islam saja yang merayakan lebaran, beberapa teman saya yang beragama lain pun turut berlebaran dengan ketupat, dan juga ikut keliling kompleks perumahan tempat tinggalnya untuk menabuh bedug dan juga kentongan, karena ngga afdhol katanya kalau yang lain lebaran sedang mereka ga ikutan, Rite de Passage kah? Atau pembaca juga mengikuti hal ini ? 🙂

Benar-benar percampuran dari berbagai budaya, dan menyatu menjadi sebuah kebudayaan, dan yang paling unik adalah tradisi mudik (mungkin juga singkatan dari meng udik) yang banyak dilakukan oleh warga di Indonesia (mungkin dikala Idul Fitri hanya terjadi di Indonesia saja?), Kembali ke Kampung Halaman, atau tempat orang tua bernaung (sampai sampai Bank tutup 1 minggu penuh!). Hmmm ini peristiwa satu tahun sekali yang unik bukan? Hanya bisa dilihat dengan jelas di Indonesia, bukan di Negara tetangga.

Yang jelas juga siang hari ini (12/10) jalanan di kota Bandung amat lengang, motor saya pun bisa dipacu dikecepatan lebih dari 80km/jam disiang hari di jalan yang biasanya ramai.

Lalu, apakah tahun ini Saya berlebaran? Tentu, ini sudah dirumah bersama dengan orang tua dan adik-adik 🙂
Jadi, selamat berlebaran untuk orang yang mau merayakannya, dan Selamat Idul Fitri bagi Seluruh Umat Islam yang membaca tulisan ini. Mohon maaf karena Saya punya banyak kesalahan, semoga ada yang mengingatkan kepada Saya melalui jalur pribadi jika saya membuat kesalahan, dan setelah Idul Fitri ini banyak perbaikan yang bisa Saya lakukan.

Comments

11 responses to “Lebaran Itu Memang Kebudayaan”

  1. MalingSia Avatar
    MalingSia

    Lebaran itu aslinya dari Malaysia. Sebentar lagi kita patenkan itu.

  2. Cecep Avatar

    satu lagi tradisi yang biasa mengikuti saat lebaran, yaitu acara mudik. sekarang gw lagi menjalaninya 😀

    selamat merayakan hari idul fitri. maaf lahir batin jg 🙂

  3. rd Limosin Avatar

    he he, ak jg baru tau klo mudik itu ternyata cuma di endonesa

  4. rd Limosin Avatar

    #MalingSia

    ha ha ha!!! emang parah!!!

  5. dodi Avatar

    wakakakak! lebaran dari malaysia? wakakakka!

    by the way, tradisi merayakan idul fitri dengan jor2an tampaknya cuma untuk (sekitaran) orang melayu, ya (ya, betul. termasuk MALAYSIA).

  6. Kaka Avatar

    komen aaach.. hahahaha… :LOLZ

    sayah pikir soal malaysia itu gak perlu dibesar2kan ! sudahlah dah bosen…

    btw, kalo menurut sayah, hari raya idul fitri itu bukanlah asli indonesia/nusantara, tp dari luar, tepatnya jazirah arab, lebih tepat lagi, iran, kenapa? karna teori terkuat islam itu datang ke indonesia/nusantara adalah dari persia (iran), selain teori gujarat (india), dan teori mekkah (saudi). tengok ajah tradisi mulud (maulid nabi) ato syawalan itu juga asli persia/iran, jadi tradisi2 islam di indonesia itu banyak kesamaan dengan yg di persia/iran.

    nah di indonesia, idul fitri (berasal dari bhs arab) itu kemudian di indonesiakan/dimelayukan dengan kata “Lebaran”. adapun term lebaran itu banyak pendapat, ada yg bilang dari bhs jowo yg berarti “selesai” (ini menurut orang jowo 😀 ), menurut orang sunda berasal dari bhs sunda, lebar=sayang, dsb… tapi kalo menurut sayah, kata lebaran itu berasal dari bhs melayu, mengingat bhs (baca: kosa kata) indonesia mayoritas terambil dari bhs melayu.

    pendapat sayah ini bisa jadi benar (sayapun yakin kalo ini memang benar, hahaha…), karna kata “sembahyang” dalam konteks islam ajah, berarti “sholat”, yg berasal dari bhs arab. orang hindu kalo ke pura, pun bilang “sembahyang”. juga dengan kata “puasa”, itupun bhs melayu ato mungkin bhs sansekerta, sedangkan aslinya, dalam konteks islam, adalah “shaum” (bhs arab).

    jadi semua tradisi2 diatas tuh, khususnya idul fitri, berasal dari luar (baca: arab ato persia/iran) tapi kemudian dibahasakan dengan bahasa indonesia ato melayu, yaitu “lebaran”.. CMIIW

    last but least, if you think this is crap, you’re probably right, sue me ! :)) hahaha…

  7. Petra Novandi Avatar

    keknya emang dari malaysia deh….

  8. Nina Avatar
    Nina

    Met kenal mas. Nama gua Nina umur 19 gw di Unpar seneng banget baca blog Anda.

  9. Beauty11 Avatar
    Beauty11

    Saya senang dengan blog anda. Tulisan nya informative.

    Gw add article ini ke sini http://www.lintasberita.com/Lokal/Lebaran_adalah_kebudayaan/ dan kelihatan nya udah masuk berita terpilih berarti bukan cuma gw yg senang tulisan anda aja.

    Kenapa ngak tambahin lintas berita widget nya Pk. Rendy supaya gw ngak susah submit article2 anda ke Lintas Berita lain kali. Ini saran aja. Trims.

  10. *** Avatar

    postingan yang menarik , salam kenal ya

  11. nin9 Avatar
    nin9

    blog yang sangat bagus…senang bisa baca blog anda
    salam kenal dr sy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *