Bandung, Antara Artis dan Penggemarnya

Kira-kira beberapa minggu lalu, satu hari setelah terjadinya kisah Sabtu Kelabu di Bandung, dimana lebih dari 9 orang tewas karena kericuhan yang terjadi saat keluar dari arena konser, saya bersama cak Amal diundang oleh Widianto Nugroho dan Gustav Common Room, untuk membicarakan mengenai Industri kreatif yang ada di Kota Bandung.

Kota Bandung ini pernuh sekali industri kreatif, mulai dari musik, pakaian, teknologi, sampai pasar manusia yang mengisi jajaran artis baik itu tingkat lokal maupun nasional.

Sebetulnya diskusi Industri kreatif di Bandung ini cukuplah bagus, namun sayangnya tidak sampai selesai kami berdiskusi dengan puas, ternyata acara dicukupkan sampai disana saja, dan diganti dengan konperensi pers tentang kejadian Sabtu kelabu diatas.

Cukup lama konperensi pers ini berlangsung, banyak sekali hal yang dapat saya petik disana, beberapa hal sudah saya ketahui dari pengalaman saya mengikuti beberapa acara yang dahulu dibuat oleh teman teman saya sewaktu SMU. Beberapa hal lain yang tersembunyi juga saya sadari setelah saya mengikuti acara konperensi pers ini.

Antara artis dan penggemarnya, ternyata banyak sekali hal yang bisa dimanfaatkan disini, mulai dari sisi edukasi, sisi kemanusiaan, membuka wawasan, bercerita tentang pengalaman diri artis tersebut yang bisa menjadi sumber inspirasi dari penggemarnya.

Salah satu orang yang mungkin dapat saya sebut sebagai artis adalah Hermawan Kartajaya, terus terang saya sudah cukup kenyang jika harus mengikuti acara seminarnya kalau isinya diisi dengan teori teori marketing, saya dapat membaca hal tersebut di Buku, akan tetapi, saya senang datang ke acara seminarnya beliau, ketika beliau bercerita tentang pengalamannya dalam melihat hal-hal yang berbau marketing, dan bisa menjadi sumber inspirasi, hal ini juga yang dapat dikategorikan sebagai fenomena yang menarik jika melihat artis seperti Bono yang turun ke lapangan dan membantu misi kemanusiaan, dan fans nya yang semakin menggila dikarenakan tabiatnya yang membantu orang lain.

Kedua orang tersebut mungkin yang satu bisa disebut artis di tingkat Asia, yang satu lagi di tingkat Internasional. Kalau di Bandung, mungkin yang banyak pengaruh adalah artis tingkat lokal, seperti kelompok pemusik, penulis, sampai penari.

Pernah tidak anda membayangkan, jika artis yang digemari oleh penggemarnya tersebut melakukan kesalahan, semisal menjadi pecandu narkoba, pemabuk, melacur? Tentunya hal tersebut akan dilihat tetap sebagai hal yang lumrah ditiru oleh penggemarnya. Ini merupakan efek edukasi negatif yang dilakukan oleh seorang artis. Seringkali penggemar tidak pernah memeriksa ulang apakah tindakan dari artis yang digemarinya merupakan tindakan positip, ataukah negatip, apakah hal yang diisukan merupakan sebuah kebenaran, atau malah sebuah gunjingan?

Paman Tyo menganalisa mengenai penggemar dari artis remaja Indonesia yang ikut-ikutan gaya berbicara artis tersebut, hal tersebut menurut saya boleh-boleh saja diikuti, akan tetapi jangan sampai nanti menjadi keterusan, sehingga warga negeri ini sama dengan warga negara tetangga yang kalau berbicara, bahasanya campur-campur nggak karuan, namun apakah hal ini juga disadari oleh penggemarnya?

Semoga di Blogosphere ini, artisnya dapat berlaku dengan bijak, sehingga tidak membingungkan penggemarnya yang pada dasarnya belum tentu tahu mengenai permasalahan yang terjadi sebenarnya.

Comments

11 responses to “Bandung, Antara Artis dan Penggemarnya”

  1. rani! Avatar

    pertamaaaax…

    setuju ama paragraf terakhir ren 😀

  2. fanani Avatar

    semoga penggemarnya bisa bersikap dewasa karena tidak semua artis bisa sesuai dengan keinginan kita

  3. daniel rannu Avatar

    Hi i see you write a nice blog, great content , and High PR also…and even more you keep regulary posting, thats cool.
    BTW, Im intersted to buy a link from your blog, payment will be send via Paypal once you agree with the deal.
    please do reply me ASAP at danielrannu@gmail.com

    Keep posting great articles
    best regards
    daniel rannu
    danielrannu@gmail.com

  4. Vavai Avatar

    Artis ? Adinoto dan Eep maksudnya, huikikikik…

    Semoga di Blogosphere ini, artisnya dapat berlaku dengan bijak, sehingga tidak membingungkan penggemarnya yang pada dasarnya belum tentu tahu mengenai permasalahan yang terjadi sebenarnya.

    Semenjak pulang dari ‘sana’ Januari kemarin, Rendy semakin bijak dan wise. 🙂

  5. wadiyo Avatar
    wadiyo

    minggu kemarin 24/2/08, secara tidak sengaja saya melihat acara kuis di sebuah stasiun TV,
    pesertanya ada anak kecil, jumlahnya banyak dan ada beberapa artis&presenter yang cukup terkenal di negeri ini.

    waktu itu ada pertanyaan: manakah yang bukan website persahabatan, pilihan jawabannya: a. Friendster, b. Multiply dan c. Altavista.

    seorang peserta yang juga artis tersebut di tanya oleh pemandu kuis, yaitu Helmi Y. apa pilihannya, dengan mantap peserta kuis yang juga artis tersebut menjawab dengan mantap” Altavista”.
    Helmi Y pun bertanya lagi”kenapa memilih itu”
    dengan mantap juga si artis itu menjawab”altavista itu sistem terbaru dari windows”…???

  6. dadan Avatar

    lho ? emangnya industri hiburan di negeri kita udah sehat ?

    Emang dominan mana industri hiburan yang sehat, bergizi dan mencerdaskan VS industri yang ndak sehat, ndak bergizi dan ndak mencerdaskan ?

  7. chatoer Avatar

    itulah kenapa banyak parpol yg make artis, biar penggemarnya banyak, biar niru2 artis tsb

  8. Paman Tyo Avatar

    ada dua hal di sana. ketika menyangkut kasus fiktif (penyanyi yang diminta “curun”), maka itu hanya humor belaka. ketika menyangkut kasus nyata (cinta laura), yang belum jelas apakah merugikan orang lain, maka itu merupakan penyerangan terhadap pribadi. 😉

  9. Paman Tyo Avatar

    eh nambah boleh kan? ehm, judul itu, dan penutupnya, kok… ehm ehm ya? pak haji tambah bijak, pintar bertamsil. selebihnya biar vavai saja yang sebut ini dan itu 🙂

  10. rumahkayubekas Avatar

    Ya, semoga kita pandai memilah, mana yang sebaiknya ditiru atau tidak,
    Salam,

  11. ncomputing penganti-pc Avatar

    betul,kita harus pintar2 memilih hal2 yang baik untuk di tiru…

    salam kenal buat semuanya…

    🙂 🙂 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *