Judulnya agak panjang, sebetulnya hal ini sudah terlintas di benak saya sewaktu Bencana Tsunami di Aceh dahulu, tetapi karena banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, barulah tadi malam hal ini terlintas lagi di benak saya, ketika saya mendengar kabar kawasan Pangandaran terkena Tsunami alias gelombang laut pasang besar yang terjadi setelah gempa bumi.
Satgas ini terdiri dari sukarelawan yang tersebar diberbagai penjuru di indonesia dan bertujuan untuk mengelola dana yang ada dari pemerintah (musti di anggarin dulu, dul) dan dari sumbangan masyarakat. Pemetaannya seperti ini, ada posko yang disebar sebagai posko darurat, di setiap kabupaten/Kotamadya (minimal punya 1 posko) entah itu aktif entah tidak, entah ada bencana entah tidak, tetapi mereka ini harus siap siaga (akan lebih baik lagi jika diisi dengan tentara, supaya ada kegiatan) mereka terhubung dengan internet menggunakan sarana komunikasi ex. KPU yang sudah menginvestasikan dananya yang infrastrukturnya dipakai 5 tahun sekali itu.
Dengan adanya posko semacam ini di tiap kabupaten, maka jika ada bencana, maka kurang lebih 1 jam setelah terjadinya bencana mereka bisa langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan. Dengan adanya posko resmi semacam ini pula maka dana/bantuan bisa lebih mudah untuk sampai.
Peranan blogger pun dibutuhkan, tetapi bukan untuk mencari dana secara ONLINE, ada baiknya Blogger menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui blognya tentang posko yang ada di dekatnya, apa saja sih yang dibutuhkan oleh posko itu ? dan menggiring orang-orang yang membaca blognya untuk menyumbang ke posko terdekat mereka.
Hal semacam ini bisa mengurangi ego kedaerahan dan ego ke komunitasan, malah memupuk rasa nasionalisme sehingga terciptalah Bhinneka Tunggal Ika yang saling bahu membahu mendukung satu sama lain (PPKN bangged).
Oh Iya, jangan sampai hal seperti ini hanyalah seperti hangat-hangat gorengan (mau bilang tai ayam ngga enak, bingung ngasih contohnya), Gorengan hanya enak dimakan pada saat hangat saja, setelah dingin ditinggalkan. Buatlah hal ini sebuah hal yang berkelanjutan, sehingga dana untuk kemanusiaan ini semakin hari semakin besar.
Pasti anda bertanya, jika tidak terjadi bencana, apa yang harus dilakukan dengan dana / bantuan itu ? Kita bisa meniru negara lain yang sering terkena bencana, mereka melakukan latihan evakuasi bencana, dan juga mengelola dana tersebut, sehingga nantnya kita bukan memberikan “ikan” melainkan memberikan “kail” dan cara mengembang biakkan “ikan”. Begitulah kira-kira yang saya dapatkan selama di sekolah “ternama” ini -*ngelirik comment di posting sebelumnya*- (kali ini saya berbicara menulis sebagai mahasiswa, bukan penggemar majalah playboy) -*PUWAS???*-
Leave a Reply