Saatnya Indonesia Memiliki Satuan Tugas Bencana dan AKTIF!!!

Judulnya agak panjang, sebetulnya hal ini sudah terlintas di benak saya sewaktu Bencana Tsunami di Aceh dahulu, tetapi karena banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, barulah tadi malam hal ini terlintas lagi di benak saya, ketika saya mendengar kabar kawasan Pangandaran terkena Tsunami alias gelombang laut pasang besar yang terjadi setelah gempa bumi.

Satgas ini terdiri dari sukarelawan yang tersebar diberbagai penjuru di indonesia dan bertujuan untuk mengelola dana yang ada dari pemerintah (musti di anggarin dulu, dul) dan dari sumbangan masyarakat. Pemetaannya seperti ini, ada posko yang disebar sebagai posko darurat, di setiap kabupaten/Kotamadya (minimal punya 1 posko) entah itu aktif entah tidak, entah ada bencana entah tidak, tetapi mereka ini harus siap siaga (akan lebih baik lagi jika diisi dengan tentara, supaya ada kegiatan) mereka terhubung dengan internet menggunakan sarana komunikasi ex. KPU yang sudah menginvestasikan dananya yang infrastrukturnya dipakai 5 tahun sekali itu.

Dengan adanya posko semacam ini di tiap kabupaten, maka jika ada bencana, maka kurang lebih 1 jam setelah terjadinya bencana mereka bisa langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan. Dengan adanya posko resmi semacam ini pula maka dana/bantuan bisa lebih mudah untuk sampai.

Peranan blogger pun dibutuhkan, tetapi bukan untuk mencari dana secara ONLINE, ada baiknya Blogger menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui blognya tentang posko yang ada di dekatnya, apa saja sih yang dibutuhkan oleh posko itu ? dan menggiring orang-orang yang membaca blognya untuk menyumbang ke posko terdekat mereka.

Hal semacam ini bisa mengurangi ego kedaerahan dan ego ke komunitasan, malah memupuk rasa nasionalisme sehingga terciptalah Bhinneka Tunggal Ika yang saling bahu membahu mendukung satu sama lain (PPKN bangged).

Oh Iya, jangan sampai hal seperti ini hanyalah seperti hangat-hangat gorengan (mau bilang tai ayam ngga enak, bingung ngasih contohnya), Gorengan hanya enak dimakan pada saat hangat saja, setelah dingin ditinggalkan. Buatlah hal ini sebuah hal yang berkelanjutan, sehingga dana untuk kemanusiaan ini semakin hari semakin besar.

Pasti anda bertanya, jika tidak terjadi bencana, apa yang harus dilakukan dengan dana / bantuan itu ? Kita bisa meniru negara lain yang sering terkena bencana, mereka melakukan latihan evakuasi bencana, dan juga mengelola dana tersebut, sehingga nantnya kita bukan memberikan “ikan” melainkan memberikan “kail” dan cara mengembang biakkan “ikan”. Begitulah kira-kira yang saya dapatkan selama di sekolah “ternama” ini -*ngelirik comment di posting sebelumnya*- (kali ini saya berbicara menulis sebagai mahasiswa, bukan penggemar majalah playboy) -*PUWAS???*-

Comments

12 responses to “Saatnya Indonesia Memiliki Satuan Tugas Bencana dan AKTIF!!!”

  1. lea Avatar

    waaaaah renbem pke aan yah 😀

  2. cahyo Avatar

    halam mas, orang kita kok dikasih dana nganggur, apa nggak malah ditilep tuh uangnya?heheheh 😀 bencananya datang, uangnya juga bencana (menguap) ga jelas….kkekekek… 😉

  3. Budi Putra Avatar

    Rendy for President! 🙂

  4. lea Avatar

    Budi Putra
    July 18th, 2006 14:08
    3

    Rendy for President!

  5. Irwin Avatar

    Kalau di organisir ntar pejabat-pejabat publik ga bisa gagah-gagahan mengatur-atur tiap ada bencana dong :p trus dana yang di kumpulin disimpan dimana? kalau di rekening pribadi salah, di rekening organisasi salah juga…ah susah ah di Indonesia…

  6. rendy Avatar

    #5 pengelolaannya swadaya win… sama kayak ngelola 17 agustusan…

    itu si yang kepikiran dari gua.. gua si pengennya hal seperti ini dijadikan gerakan nasional, jadi kalau ada bencana itu bergeraknya gampang dan cepat, jangan kalo ngegrebek warnet ato ngedemo di depan gedung DPR/MPR aja yang cepet :))

  7. aribowo Avatar

    ide bagus neeh, aku ikut

  8. Indoblogger Avatar

    awas BMG kecolongan lagi,,,bagus juga ide satgasnya huehuehue

  9. alwi Avatar
    alwi

    setuju banget gue ama tuh konsep,sebenarnya gw juga dah kepikiran lama,saat aceh kena tsunami banyak loh.. temen gw dari SAKA BAHARI JAKARTA BARAT jadi sukarelawan.kita harus punya juga satgas bencana kaya’ negara lain yang punya satgas yang biasa disebut GARDA NASIONAL.jadi jika ada bencana bukannya TNI yang turun,tapi ya garda nasional itu.tugas TNI mengamankan wilayah,jadi militer asing fak perlu turun kaya’ di aceh!!!!!gw dukung loh plan loe

  10. alwi Avatar
    alwi

    embrionya mereka disusun dengan sistem rekrutmen,lalu yang jelas mereka bukan anggota TNI/POLRI .sistem ini sudah banyak dipakai pada negara maju.tapi organisasinya juga harus eksis tentunya jangan cuma setahun dua tahun trus gak’ kedengaran lagi.iyu mah sama aja bo’ong.klo emang loe serius mo jalanin kasih gw kabar ya GW PASTI PALING DEPAN.kirim kabar ke alwi_mbastari@yahoo.com

  11. alwi Avatar
    alwi

    INGAT INI GARDA NASIONAL milik negeri ,organisasi seperti PMI yang dikelola pemerintah,tapi pemerintah hanya sebatas memantau dan melindungi seperti kelegalannya,masalah dana harus transparan dan harus dapat diedit setiap saat agar klo bocor cepet ketehuan,dan masalah peraturan ini juga harus diregulasi dengan ketat sehingga para pejabat yang gak punya hati nurani,gak bisa ikut campur.dalam organisasi itu kita juga dapat melibatkan organisasi seperti PMI,SAR,dari GERAKAN PRAMUKA dengan SATUAN KARYANYA ,pokoknya masalah konsepnya gw udah siapin soalnya gw disaka bahari juga sering ikut jadi sukarelawan SAR,klo untuk kendaraan operasional,untuk pertama kita bisa kok kerjasama dengan organisasi yang sudah ada seperti perahu karetnya KORPS MARINIR,ambulance dari instansi-instansi kesehatan,helikopter dari militer juga bisa kita gunakan

  12. marmotji Avatar
    marmotji

    Mas Rendy…
    Saya agak telat nih bacanya…tapi idenya cukup bagus…ini kita lagi coba buat lembaga semacam itu, concern di sisi humanis. Pembiayaannya dari semua lembaga bisnis yang dipimpin oleh semua anggota yang tergabung, dan dikelola secara terpisah oleh satu lembaga keuangan prof.
    Hal ini mengingat begitu banyaknya early warning yang datang susul-menyusul di jatim, sayangnya memang tidak ter expose luas di pemberitaan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *