Dulu, saya menggunakan flexi sejak juli 2004 untuk keperluan pribadi, mulai dari menerima telepon dari orang tua, mantan pacar, teman-teman, dan urusan bisnis. Nomor Flexi saya juga sempat saya relakan untuk jadi nomor yang dipajang dimana-mana. Sampai akhirnya saya menghentikan penggunaan nomor flexi saya sebagai nomor “umum” dan membeli 1 ponsel baru berikut dengan nomor Esia.
Ketika saya masih menggunakan Flexi, saya mengira ketika malam hari saya menelepon rekan atau “rekanan” saya, nada sibuk yang ada adalah hal yang lumrah. Mungkin saja, ketika Esia masih menerapkan sistem promosi Menelepon gratis, jaringannya sibuk, dan juga Interkoneksinya dengan Telkom yang mungkin hanya sedikit, begitu asumsi yang ada dalam benak saya, entah hal itu benar atau tidak. Karena jika saya menelepon Rekan atau “rekanan” saya dari jaringan lain, tidak ada masalah.
Saya menggunakan Nomor baru untuk Esia khusus untuk nomor dagang, untuk memperkecil biaya operasional. Akan tetapi saya terkadang sering dikomplain oleh orang yang ingin menghubungi saya, semua yang komplain ke saya adalah pengguna Telkom Flexi. Mereka bilang bahwa saya sulit sekali dijangkau oleh mereka melalui nomor telepon itu. Kejadian ini berlangsung selama 2 bulan lebih, sampai akhirnya saya harus memberikan nomor ponsel saya kepada mereka, yang biasanya hanya saya berikan kepada rekan-rekan yang dekat saja.
Awal minggu ini, saya mengubah strategi saya, dengan merelakan nomor Flexi saya untuk bergandengan dengan nomor esia yang sudah lacur saya publikasikan di banyak media. Mungkin jika nanti ada rezeki, saya bisa membeli nomor baru lagi.
Beberapa hari lalu, saya sempat berkonsultasi masalah ini dengan teman saya yang kebetulan ayahnya bekerja di telkom, entah bagian apa. Katanya memang telkom banyak menutup jalur untuk ke esia ini. Terutama jalur dari Flexi, tapi telepon rumah tidak. Entah hal ini benar atau tidak, jika hal ini terbukti benar, selayaknyalah telkom dituntut!
Leave a Reply