Blog

  • Pilihlah Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia yang Baru

    Dulu sewaktu saya masih SD, 7 Keajaiban Dunia itu hanya itu itu saja, mulai dari Borobudur, Taman Gantung Babylonia, dan kawan kawannya, lepas dari SD, saya tidak memerhatikan lagi apa itu 7 Keajaiban Dunia dan bagaimana perkembangannya.

    Facebook merupakan salah satu alternatif saya dalam menemukan perkembangan informasi yang ada di Indonesia, dari undangan seorang teman di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, saya mengetahui bahwa saat ini Keajaiban dunia adalah pilihan dari mayoritas orang-orang yang ada di Dunia, dan Anda adalah salah satu orang yang dapat mengubah kondisi tersebut.

    Indonesia memiliki banyak sekali obyek wisata yang menarik dan juga sepantasnya masuk kedalam 7 Keajaiban Dunia, Borobudur, Candi Prambanan, Pulau Komodo, dan masih banyak lagi obyek menarik yang bisa kita Kunjungi.

    Bagaimana cara kita utuk memilih Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia yang Baru ? Caranya cukup mudah, hanya tinggal membuka situs New7Wonders, dan masuk kedalam menu Vote now for Komodo National Park.

    Terus terang saya ingin sekali ke Pulau Komodo, melihat bagaimana rupanya hewan purba kala tersebut dari jarak dekat di alamnya, ada yang mau juga ke Pulau Komodo ?

  • Bagaimana Menghemat Traffic Internet?

    Beberapa minggu kemarin, saya terlibat dengan diskusi yang menurut saya cukup berat bersama dengan tim dari Telkom, ITB, dan Depkominfo di Bandung, bagaimana cara menumbuhkan content lokal yang banyak sehingga bisa meredam akses ke luar negeri seperti facebook, dan google.

    apakah dengan cara meletakkan server facebook di Indonesia, atau dengan cara mengcopy google ke Indonesia (how to?)?
    atau memindahkan server server yang dimiliki oleh provider hosting di luar negeri ke Indonesia?
    Saya rasa pilihan terakhir ini bukan hal yang bijak mengingat harga bandwidth upstream ke luar negeri yang dibebankan oleh ISP ke hosting provider cukup mahal sedang kebutuhan akses ke data pelanggan oleh search engine, juga email provider dan pengunjung yang berasal dari Luar negeri cukup tinggi, sehingga cost ownership dari server yang ada di Indonesia bisa 3-10 kali lipat dibanding dengan di luar negeri.

    Selama ISP besar masih mencekik dengan harga, tentunya hal tersebut masih dibilang mau mau enggak enggak.
    Di satu sisi, tampak bisnis mereka untung di retail dengan harga semurah murahnya, dan untung juga di bisnis korporat dengan menjual harga bandwidth semahal mahalnya untuk kepentingan content, di sisi lain, isp tersebut harus membayar mahal untuk biaya downstream content lokal yang diletakkan di luar negeri.

    Namun bagaimana dengan facebook, dan google?

    Untuk facebook menurut saya, dapat diredam dengan cara memindahkan content delivery network (CDN) yang dipergunakan sebagai storage foto dan multimedia oleh facebook. AFAIK CDN tersebut bernama fbcdn.net yang diletakkan di AKAMAI, AFAIK lagi akamai dulu pernah ada sever di Indonesia, cuma sekarang engga tau gimana kabarnya. Sekarang CDN terdekat untuk facebook itu diletakkan di Singapore, entah mengapa engga diletakkan di Indonesia, mungkin karena cost nya mahal.

    Sedang google? bagaimana jika meminta mereka membangun jalur langsung, ketimbang melewati hoop demi hoop yang dimiliki orang lain, saya pernah dengar konon katanya google membangun jalur kabel langsung ke Asia Tenggara, namun apakah itu sampai ke Indonesia atau tidak, saya kurang tahu, mungkin ada pembaca yang tahu ?

    CMIIW