Category: Techno

mmm i am interested in techology.. because im runnin’ business in that section now..

  • Dilarang Buang Sampah Tuk Saat Ini!

    Jika anda melewati pertigaan Jalan Taman Sari dan Jalan Ganesha Bandung (samping ITB) sudah hampir dua minggu ini anda akan disuguhi pemandangan gunungan sampah yang berbau tidak sedap. Lucunya, Gunungan sampah seperti ini tidak hanya bisa anda temui di Jalan Taman Sari ini saja, daerah dekat keramaian seperti Pasar Tradisional, Pasar Induk, Perumahan, Jalan Umum, dll, menambah daftar gunungan sampah seperti ini. Seharusnya Museum Rekor Indonesia memberikan rekor kepada Pemda Kota Bandung atas banyaknya jumlah gunungan sampah seperti ini. Percaya atau tidak, tahun ini saja sudah dua kali kejadian seperti ini.

    Dilarang buang Sampah tuk Saat Ini!

    Permasalahannya, Kota Bandung tidak memiliki tempat penampungan sampah akhir (TPA), dikarenakan warga sekitar TPA mengeluh bau yang tidak sedap, penyakit yang datang dan takut tragedi longsornya gunungan sampah di TPA LeuwiGajah terulang kembali. Lucunya, selama ini ternyata sampah hanya ditumpuk saja, dan dibiarkan menggunung, meski sesekali sampah dipisahkan untuk diambil benda-benda logam dan plastik yang bisa dijual untuk didaur ulang. Tetapi sampah lain seperti sampah organik dan stereofoam styrofoam tidak dipikirkan cara pengolahannya.

    Kemarin, saat saya melewati Gunungan sampah di dekat ITB tersebut, tampak beberapa orang dari Pemuda Pancasila yang membantu mengurangi ketinggian gunungan sampah tersebut dengan cara memilah dan membakarnya.

    Pemuda Pancasila Membantu membersihkan sampah

    Pagi tadi, saat saya hendak jalan-jalan keliling kota, sambil melihat-lihat obyek menarik yang bisa diabadikan, saya menemukan selebaran yang ditempel di pintu angkuta kota. Agak menggelikan memang membacanya,

    Rubbish Van Java , Buanglah Sampah di… Gedung Sate, Gubernuran, Kandang FPI, Balai kota & gedung Pemerintahan lainnya, bla3x!!! : Organisasi Sampah Masyarakat Benci Sampah BANDUNG – BERHIBER (Berserakan, Hideung, berlalar)

    Klik untuk memperbesar

    Entah siapa mereka yang membuat selebaran yang ditempel itu. tetapi lumayan lah untuk bikin tersenyum 🙂

    Omong-Omong, apa Muri mau merekam kejadian ini dan memberikan anugerah kepada Pemerintah kota Bandung ?

  • Telkom Internet Goes To School

    Begitu kira-kira iklan yang saya saksikan tadi malam dilayar televisi (CMIIW). Saya cukup senang dengan niatan Telkom memperluas pasarnya berjualan koneksi internet hingga ke pelosok, karena seperti yang kita ketahui, market di pelosok nyaris belum tersentuh provider lain, berbeda dengan market di perkotaan yang relatif lebih pintar dan selektif dalam memilih provider internet.

    Sepaham dengan tulisan dari Irwin yang menghitung berapa uang yang dikeluarkan untuk berlangganan internet ke ISP, jika menurut saya adalah hal wajar bagi perusahaan untuk memperoleh untung, akan tetapi ada baiknya bagi telkom dan isp lain menjual harga bandwidth internet dengan harga yang wajar dan terjangkau oleh kantong, gak usah terlalu kapitalis lah.

    Saya mengerti, membuat perencanaan, mengajukan dana, penyetujuan proposal, pembangunan infrastruktur, perawatan rutin, dan biaya operasional lain dan dana marketing membuat harga jual menjadi tinggi. Kadang membuat apa yang dijual dikorbankan demi harga murah dan keuntungan perusahaan yang tinggi, seperti apa yang dialami oleh saudara Deden, Punya Bandwidth dibagi 1:4 dibagi dibagilagi dibagi dibagi dibagi…dst.

    Kembali ke topik semula, di iklan yang saya saksikan tadi malam juga disinggung, semua informasi bisa kita dapatkan di internet. Tunggu, apakah ada yang salah dari pernyataan itu ? menurut saya tidak ada yang salah, hanya kita melupakan sesuatu, informasi itu didapat dari orang atau perusahaan yang membagi informasi yang mereka miliki kepada khalayak umum, dan bagaimana cara agar informasi itu terus dijaga keabsahannya ? kita sebaiknya juga memiliki informasi yang bisa dibagi kepada umum, entah itu berupa BLOG, Situs Resmi, Portal, Dsb. dan usahakan agar kontent itu termasuk kategori informasi yang diperlukan oleh khalayak umum, tidak hanya sekedar katarsis yang terkadang memenuhi search engine dan beberapa mengacaukan informasi yang sesungguhnya diperlukan.

    Usahakan juga agar informasi itu ditulis dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (memiliki 2 versi) agar orang luar Indonesia yang membutuhkan informasi tersebut bisa mengaksesnya.

    Well, selamat buat Telkom yang telah berusaha menyebarkan Internet sampai ke Pelosok, syukur-syukur hal ini diimbangi dengan layanan yang baik dan harga yang terjangkau. Saya harap petinggi telkom yang beberapa minggu lalu membaca beberapa tulisan saya yang berkaitan dengan buruknya layanan mereka, juga membaca tulisan saya kali ini, dan juga memperbaiki layanan yang buruk tersebut.