Category: Personal

this post contain personal action or problem or something that i can tell to the public

  • Masalahnya, Ga Mau Baca!

    Berapa buku yang anda baca setiap hari? Setiap Minggu ? Setiap Bulan?
    Berapa lama waktu yang anda luangkan untuk membaca?
    Apakah anda bisa membedakan kata demi kata?

    Lucunya dari setiap kasus yang masuk dalam kategori komplain ke kantor saya, lebih dari 90% adalah masalah klien tidak mau membaca. Entah itu membaca manual, atau membaca keseluruhan email yang masuk. Kebanyakan orang hanya membaca sekip-sekip, atau tidak mau membaca sama sekali.

    Selidik punya selidik, ternyata orang Indonesia ini lebih senang dengan suara, meski tidak mau mendengarkan dengan seksama, dan memiliki kemampuan membaca yang amat minim, termasuk dengan membaca papan petunjuk arah jalan. Itulah mengapa di Kota Bandung sedikit sekali papan petunjuk arah jalan yang berisikan tulisan saja, lebih banyak papan petunjuk arah yang bergambar logo Factory Outlet.

    Sialnya, hal ini masih berkaitan dengan masalah yang beberapa lalu (sampai sekarang) Saya hadapi. Beberapa orang yang saya wawancarai keceplosan bilang, bahwa mereka hanya suka berada di internet untuk download lagu dan film saja dan main Friendster, jika diminta untuk mencari data dan manual atau browsing, mereka tidak suka, beberapa bahkan bilang, “saya tidak suka internet”, lalu mengapa mereka melamar pekerjaan ke Web Hosting Provider yang dalam pekerjaannya akan selalu terhubung dengan Internet?

    Ada lagi kasus konyol yang baru saya hadapi pagi ini, hampir mirip dengan kisah email anggota DPR yang emailnya dijual, ada Ibu-ibu yang bekerja disebuah perusahaan online, beliau ngamuk-ngamuk di telepon dan bertanya, mengapa domainnya tidak bisa diakses (expired), ketika ditanya oleh staff disini apakah ibu tersebut sudah menerima email invoice dari kantor saya, beliau bilang Ya dan sudah membaca, dan lucunya, ibu tersebut lebih rela untuk menelpon interlokal bermenit menit dan menghabiskan biaya telepon di kantornya hanya untuk meminta staff disini untuk membacakan isi dari email yang sudah dikirim… (sumpah ini saya tertawa terkekeh-kekeh waktu tahu ceritanya)

    What a Life…

    Susah Bangeeeet baca… capedeeh!

  • Sulitnya Mencari Pekerja & Pekerjaan!

    Konon katanya negara ini masih memiliki jumlah pengangguran yang tinggi, karena tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada di Indonesia. Beberapa orang berteriak kepada pemerintah untuk meminta diberikan pekerjaan bagi mereka, padahal daripada berteriak, mending dagang nasi. Ada yang datang dari pelosok nun jauh dimana jika dicari dalam peta pun, alamatnya susah dicari, perlu jasa seorang tukang pos untuk menemukan alamat itu, Bahkan ada yang datang dari tengah kota dan berlabel putra seorang penjabat daerahnya.

    Disatu sisi, orang yang memiliki lapangan pekerjaan pun masih harus direpotkan dengan proses seleksi calon pekerjanya. Ketika sebuah posisi pekerjaan dibuka, ratusan bahkan ribuan orang berebutan untuk mendapatkan posisi tersebut, sayangnya dari semua yang banyak itu, tidak jarang kesemua lamaran yang masuk itu ditolak, karena tidak sesuai dengan kriteria, atau surat lamaran yang diajukannya adalah surat bodong.

    Banyak Tips Lamaran Pekerjaan beredar di Internet, surat kabar, buletin lowongan kerja, bahkan berbentuk organisasi formal seperti penyalur tenaga kerja, Layanan Karir Kampus, Biro pencari tenaga kerja di Internet. Semua itu dengan tujuan untuk memudahkan pencari kerja, dan pencari pekerjaan untuk saling bertemu dengan kecocokan dan kebutuhan masing-masing.

    Agak miris juga melihatnya, yang satu kebingungan mencari pekerjaan untuk bertahan hidup, yang satu lagi kebingungan mencari pekerja, dan yang satu lati kebingungan karena dirongrong terus oleh orang yang ingin bertahan hidup tadi. Terus terang bagi saya hal yang tersulit saat ini adalah mencari pekerja, dibanding dengan mencari pekerjaan, mencari orang yang cocok dengan posisi yang dibutuhkan, dan cocok dengan team yang sudah dibuat, itu mumetnya bisa bikin ngga tidur, meski kadang di posisi saya seperti ini, masih juga sering terlintas pertanyaan dalam diri seperti yang diutarakan Putra. Mungkin hanya 1 jawabannya, saya bekerja pada-Nya dan digaji oleh-Nya.