Category: Other

Other Post

  • Bandung Banjir ?

    Bingung bukan ? mana mungkin dataran tinggi Banjir…?

    jawabnya, mungkin saja, hal ini baru saja terjadi kembali.
    Hujan deras yang berlangsung selama hampir 3 jam dari pukul 16-an sampai kira2 pukul 19-an tadi sore (11/09/05) membuat genangan yang cukup dalam. Well kali ini kita hanya membahas Bandung kota, bukan “pinggiran” yang biasanya ditempati oleh orang-orang yang mengaku orang Bandung aseli.. :p

    Bandung kota ini, alias Bandung tempo doeloe, adalah sepetak tanah (hooo kecil dong… gak kok.. gede) yang dimulai dari Jalan Asia Afrika, lalu berkembang ke arah utara (Dago). Dahulu kota ini direncanakan pada tahun 1880-an untuk dijadikan kota wisata dan belanja, oleh orang Belanda. Kota yang banyak didesain oleh Prof.Schoemaker (kalo gak salah nulisnya – salah satu ex dosen di ITB) ini diperuntukkan untuk 6000 orang penduduk tetap dan maksimal 15.000 orang jika ada acara internasional. Jadi bukan seperti Bandung sekarang (ini dapet mensarikan dari sebuah buku yg gw lupa judulnya).

    Tata kota ini, dulunya dibuat amatlah baik, tetapi entah mengapa sekarang kota ini amatlah semrawut, berikut adalah foto yang sempat saya ambil ketika berkeliling di udara, diseputaran kota Bandung

    Foto Udara Sudut Kota Bandung 1
    Foto Udara Sudut Kota Bandung 2

    cukup semrawut bukan ? terlebih lagi pada daerah Dago-Lembang yang semula diperuntukkan untuk daerah resapan air telah berganti fungsi menjadi ladang dan pemukiman. Berikut ini adalah foto yang sempat saya ambil ketika melewati kawasan Dago atas.

    Foto Kawasan Dago-Lembang 1
    Foto Kawasan Dago-Lembang 2

    Sehingga akibatnya, daerah yang agak cekung pada turunan, seperti perempatan jalan Lembong – Veteran – Sumatra, dan juga Siliwangi – Sangkuriang – Sumur Bandung, merupakan langganan Banjir jika ada hujan deras. Air disana dapat mencapai ketinggian 50 cm.

    Faktor lain yang menyebabkan banjir di Bandung ialah kurangnya saluran air kotor terbuka (GOT) yang seharusnya menyalurkan air-air yang ada di jalan menuju tempat pembuangan akhir air (Sungai Ciliwung). Dan juga tempat pembuangan akhir air (Sungai Ciliwung yang telah penuh oleh bahan non air (Sampah – Limbah) sehingga menyulitkan air untuk dibawa ke anak sungai/sungai lainnya – berakhir di laut.

    Sampah di Air Terjun Sungai Ciliwung 1
    Sampah di Air Terjun Sungai Ciliwung 2

    berikut adalah berita terkait mengenai banjir di Bandung,
    Detik.com 11/09/05

    Meski kejadian ini bukanlah hal yang bisa membuat heboh 1 kota, tetapi amat penting diperhatikan oleh kita semua, termasuk juga Pemerintah Daerah Kota Bandung. Agar hal ini segera ditanggulangi dan tidak ditunda-tunda lagi – Mengingat Bandung merupakan kota Wisata, dan Hari Sabtu-Minggu merupakan hari-hari terpadat di Bandung.

  • Cadangan Minyak RI tinggal untuk 16 Tahun !!!

    Berita di detik.com ini cukuplah mengganggu pandangan mata saya ketika melihat kumpulan headline beritanya.
    Amat merisaukan ketika mengetahui bahwa cadangan minyak di negara kita ini hanya tinggal untuk 16 tahun saja.. dengan cadangan minyak yang sudah terbukti sebesar 4,5 miliar barrel, dan cadangan potensial sebesar 4,5 miliar barrel.

    Ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia ini – yang mencapai sekitar US$70 per Barrel – tentunya sudah saatnya kita beralih ke sumber energi baru. Meski diperkirakan harga minyak mentah dunia akan mengalami penurunan pada tahun 2006 sekitar US$5 per Barrelnya, dan US$ 50 pada tahun berikutnya – hal ini tentu akan memicu keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi bahan bakar minyak secara berlebihan.

    Bulan depan ini (oktober 05) Pemerintah Republik Indonesia berencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) – tentunya hal ini akan memicu kenaikan harga barang lainnya – terutama bahan-bahan pokok.

    Saya sebetulnya amat setuju dengan hal ini, tetapi menurut hasil “Quesioner dadakan” yang sering saya lontarkan kepada rekan-rekan saya yang memiliki kegemaran “mengukur jalan” alias jalan-jalan keliling kota – mereka bilang bahwa hal itu merupakan kebutuhan, dan jika dikurangi intensitasnya merupakan hal yang amat tidak mungkin.

    Beberapa orang berpendapat bahwa jika BBM naik, maka harga barang akan naik dan mereka mengalami kesulitan dalam bidang finansial. Hal ini sebetulnya bisa dibilang BENAR dan bisa dibilang TIDAK BENAR. Mengapa ? Karena bagi kalangan pekerja – alias orang yang mendapatkan gaji tetap setiap bulannya, mereka tentunya akan mengalami kenaikan gaji yang sebanding dengan pengeluarannya juga, tetapi hal ini tentunya tidak berlaku bagi kalangan profesional seperti dokter dan pedagang, belum tentu mereka mendapatkan gaji – bisa juga malah harus menggaji orang yang bekerja dibawahnya, dengan harga yang lebih tinggi.