Author: Rendy Maulana Akbar

  • Junk SPOT!

    Sebetulnya saya sudah lama sekali mengincar untuk ngejunk dari tempat ini, hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang amat mendukung.

    Faktor pertama adalah Gratis!
    Hampir semua orang senang dengan gratis, meski gratis belum tentu 100% gratis, ada layanan tertentu yang harus dibayar untuk mendapatkan produk Tie-in ini. Saat ini, saya sedang ngeJunk di sebuah Kafe, sebelah toko buku import di daerah Setiabudhi-Bandung

    Faktor kedua adalah Suasana!
    Suasana disini amat penting, meski kamu memesan minuman yang termurah, sekitar Rp.9000 tetapi hal ini bisa jadi pertimbangan bahwa kamu sanggup untuk duduk di tempat yang menjual minuman/makanan yang mahal. Lebih Bonafide lah. Tetapi jika tampangmu sudah cukup terkenal disini, ada baiknya memesan makanan atau minuman yang agak sedikit mahal, atau buat kesan pertama seperti yang saya lakukan, dengan mengakrabkan sang waitress lalu memesan segelas orange-float yang cukp enak seharga Rp.20.000

    Faktor Ketiga adalah pemandangan!
    Apakah letak kamu duduk memikiki sudut pandang yang luas ? atau kamu bisa dilihat oleh orang lain dari kejauhan dan menunjukkan bahwa kamu orang yang bonafide ? Dan juga apakah ada pemandangan indah dari cuci mata kita dengan hadirnya sosok lawan jenis yang memiliki wajah yang rupawan atau rupawati ?

    Faktor Keempat adalah Koneksi Internet!
    Sebetulnya hal ini tidaklah menjadi masalah yang begitu besar, jikalau kamu saat itu hanya hendak pamer kepada orang lain bahwa kamu sanggup untuk duduk disana.. Sedikit ketenangan dan wajah yang jaim akan membuat dirimu semakin dilirik oleh orang lain, jangan terlalu banyak menggerakkan leher, dan juga lengan – dan jangan pula menggerak2kan kaki dan pantat terlalu banyak.. nanti kamu dikira oleh orang lain itu kampungan… Koneksi internet yang biasa2 juga cukup untuk ngejunk disini, kecepatan setara dengan dialup sudah cukup. Yang penting kita tidak khawatir membayar berapa lama kita terkoneksi ke internet.

    Faktor Kelima adalah Relasi!
    Duduk duduk dikafe seperti ini juga bisa menambah relasi baru, entah itu rekan bisnis ataupun calon pacar baru. Belum bisa dipastikan, semua itu akan berjalan sesuai dengan apa yang kita lakukan saat ini, esok hari, dan esok-esoknya lagi. Relasi Bisnis biasanya didapat dengan mudah saat kita mengikuti seminar – terutama dikala toilet break, saat di depan wastafel atau saat didepan kloset.

    Faktor Keenam adalah Pengalaman baru!
    Duduk disebelah kaca, dimana kita bisa melihat orang-orang berlalu lalang bukanlah hal yang sering kualami. Terlebih didalam kesibukan aktivitas yang amat padat dan berada di lingkungan kampus. Dan juga tertawa membaca postingan di milis Gajah ditengah umum merupakan hal baru yang bisa dibilang menakjubkan!

    Jangan lupa untuk melakukan persiapan sebelum ngejunk di Junk SPOT!

    1.Menyiapkan Laptop/PDA dengan baterai terisi penuh, karena biasanya di Junk SPOT! tidak disediakan steker alias colokan listrik – apabila ada, jumlahnya amat sedikit,
    2.Makan dahulu sebelum kesana, dan minum yang cukup, tetapi jangan kebanyakan.. nanti malah ingin ke toilet terus,
    3.Syukur2 kalau kamu backpackers, tidak membawa kendaraan pribadi – naik Angkutan umum – jadi kamu gak kerepotan membayar parkir jikalau kamu ngeJunk lebih dari 4 jam disana,
    4.Bawa uang yang cukup! minimal 50 ribu-lah. Jaga-jaga kalau kalau kamu ngeJunk tiba-tiba diharuskan membeli makanan atau minuman terlebih dahulu. Terkadang Waiter/waitressnya suka maksa – atau akan menawari kita makanan/minuman dengan halus,
    5.Carilah Kafe yang menyediakan layanan hotSPOT! Gratis, dan tempatnya pun harus kita cari yang bonafid, jangan di hotSPOT kampus, nanti kamu malah terlihat seperti orang yang FREAK komputer,
    6.Usahakan ramah dan tetap cool kepada siapapun disana, terutama kepada orang yang kamu anggap simpatik (e.g cewek-cewek luthuuw),
    7.Kalau kamu bawa minuman/makanan sendiri dari luar, usahakan untuk tidak terlihat jika hendak mengkonsumsinya,
    8.Bawa kamera, minimal yang memiliki Zoom Optical 3x. Jangan sampai anda menyesal tidak memiliki skrinsyut momen momen yang indah dan hendak anda abadikan (e.g cewek-cewek luthuuw)m
    9.Jangan pulang terlalu malam, Kalau kafe tutup pukul 8 malam, anda harus sudah pulang minimal 30 menit sebelumnya, jangan sampai anda diusir oleh pegawai,
    10.Habiskan makanan/minuman yang kamu pesan secara perlahan, tetap cool dan tetap waspada selagi anda asyik ngeJunk, jangan sampai barang bawaan anda berpindah tangan.

    Selamat ngeJunk!

  • Bandung Banjir ?

    Bingung bukan ? mana mungkin dataran tinggi Banjir…?

    jawabnya, mungkin saja, hal ini baru saja terjadi kembali.
    Hujan deras yang berlangsung selama hampir 3 jam dari pukul 16-an sampai kira2 pukul 19-an tadi sore (11/09/05) membuat genangan yang cukup dalam. Well kali ini kita hanya membahas Bandung kota, bukan “pinggiran” yang biasanya ditempati oleh orang-orang yang mengaku orang Bandung aseli.. :p

    Bandung kota ini, alias Bandung tempo doeloe, adalah sepetak tanah (hooo kecil dong… gak kok.. gede) yang dimulai dari Jalan Asia Afrika, lalu berkembang ke arah utara (Dago). Dahulu kota ini direncanakan pada tahun 1880-an untuk dijadikan kota wisata dan belanja, oleh orang Belanda. Kota yang banyak didesain oleh Prof.Schoemaker (kalo gak salah nulisnya – salah satu ex dosen di ITB) ini diperuntukkan untuk 6000 orang penduduk tetap dan maksimal 15.000 orang jika ada acara internasional. Jadi bukan seperti Bandung sekarang (ini dapet mensarikan dari sebuah buku yg gw lupa judulnya).

    Tata kota ini, dulunya dibuat amatlah baik, tetapi entah mengapa sekarang kota ini amatlah semrawut, berikut adalah foto yang sempat saya ambil ketika berkeliling di udara, diseputaran kota Bandung

    Foto Udara Sudut Kota Bandung 1
    Foto Udara Sudut Kota Bandung 2

    cukup semrawut bukan ? terlebih lagi pada daerah Dago-Lembang yang semula diperuntukkan untuk daerah resapan air telah berganti fungsi menjadi ladang dan pemukiman. Berikut ini adalah foto yang sempat saya ambil ketika melewati kawasan Dago atas.

    Foto Kawasan Dago-Lembang 1
    Foto Kawasan Dago-Lembang 2

    Sehingga akibatnya, daerah yang agak cekung pada turunan, seperti perempatan jalan Lembong – Veteran – Sumatra, dan juga Siliwangi – Sangkuriang – Sumur Bandung, merupakan langganan Banjir jika ada hujan deras. Air disana dapat mencapai ketinggian 50 cm.

    Faktor lain yang menyebabkan banjir di Bandung ialah kurangnya saluran air kotor terbuka (GOT) yang seharusnya menyalurkan air-air yang ada di jalan menuju tempat pembuangan akhir air (Sungai Ciliwung). Dan juga tempat pembuangan akhir air (Sungai Ciliwung yang telah penuh oleh bahan non air (Sampah – Limbah) sehingga menyulitkan air untuk dibawa ke anak sungai/sungai lainnya – berakhir di laut.

    Sampah di Air Terjun Sungai Ciliwung 1
    Sampah di Air Terjun Sungai Ciliwung 2

    berikut adalah berita terkait mengenai banjir di Bandung,
    Detik.com 11/09/05

    Meski kejadian ini bukanlah hal yang bisa membuat heboh 1 kota, tetapi amat penting diperhatikan oleh kita semua, termasuk juga Pemerintah Daerah Kota Bandung. Agar hal ini segera ditanggulangi dan tidak ditunda-tunda lagi – Mengingat Bandung merupakan kota Wisata, dan Hari Sabtu-Minggu merupakan hari-hari terpadat di Bandung.