Akhir-akhir ini, kata Playboy (dan yang memiliki arti itu) sering sekali saya dengar. Mulai dari kata Playboy Kampungan (PK), sampai Penjahat kelamin (PK) seperti yang diceritakan oleh seorang gadis dalam curhatnya pada saya. Berkali-kali saya mendengar kata Playboy terlontar dari mulutnya, rupanya gadis tersebut amat kesal karena pacarnya adalah seorang playboy dan ia baru saja menyadari mengenai hal itu, kontan saja saya tertawa karena sudah dari dahulu diperingatkan tetapi ia tidak mengidahkan.
Oke, lupakan sejenak mengenai cerita gadis tersebut, kita lanjut ke kata Playboy yang lain. Beberapa hari lalu, Babe (sebutan saya kepada Hermawan Kartajaya), sempat menulis mengenai Tiara Lestari, Seorang model asli Solo yang menjadi cover girl di majalah Playboy – yang sempat menghebohkan media massa di Indonesia – Ternyata ia adalah seorang yang sosoknya amat manis dan menurutnya ia adalah seorang model yang memiliki diferensiasi (berani berpose lain dari model-model Indonesia) dan memiliki positioning yang jelas (berada di level Internasional).
Saya mengagumi sosok Tiara, bukan karena ia salah satu tokoh yang dikagumi oleh Babe, tetapi karena ia berbeda dari sosok model Playboy lainnya, yang memiliki image buruk dengan kegiatan seksual yang terbiasa diabadikan dalam foto maupun film, atau ia belum sampai ke tahap demikian ? Tetapi sosoknya saya anggap sebagai gadis yang smart jika dilihat dari tulisan dalam blognya, ia juga termasuk orang yang ramah kepada fansnya.
Lupakan mengenai Tiara, karena saya tidak terlalu mengenal ia dan bukan itu inti bahasan dari tulisan saya kali ini. Kata Playboy lain yang beberapa hari ini masuk kedalam telinga saya adalah Playboy Magazine alias majalah Playboy. Di dalam sarana transportasi publik atau Public transport alias Angkot yang saya naiki akhir-akhir ini banyak anak-anak berseragam sekolah putih abu dan juga putih biru berbicara mengenai ini. Padahal seperti yang kita ketahui ini adalah bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam. Bibir saya tersenyum ketika mendengar pembicaraan dari mereka mengenai majalah ini. Agak menggelikan memang, mengingat sekitar 6-7 tahun lalu saya juga pernah membicarakan apa yang sedang mereka bicarakan saat itu. Majalah yang jika telah sampai ke Indonesia selalu dilapisi cover LUX berwarna putih khas dari sobekan kalender yang sudah lama. Saya sampai saat ini belum pernah kesampaian untuk membeli majalah itu, hanya beberapa kali melihat koleksi majalah tersebut di rumah teman, yang biasa ia taruh di bawah kasur atau di dalam kotak pengeras suara miliknya.
Hari minggu ini, saya seperti biasa “turun gunung” dengan berjalan kaki menuju kearah pusat kota, sambil mencuci mata dengan melihat-lihat orang disekitar saya. Tujuan pertama saya adalah ke pusat elektronik di Kota ini, melihat harga televisi, lalu menuju ke toko buku di seberang jalan. Seperti biasa saya mengunjungi stand buku-buku impor mengenai manajemen, saat saya asyik melihat buku, tiba-tiba mata saya tertuju kepada satu titik tentang buku yang sudah lama ada disana tetapi (tampaknya) jarang disentuh oleh orang. Separuh dari buku itu ditutupi oleh sampul berwarna putih yang menutupi bagian bawahnya. Dan buku itu berjudul Playboy!

Ternyata buku tersebut adalah kumpulan dari foto-foto terbaik yang pernah dimuat di majalah Playboy. Rasa penasaran mengusik diriku untuk membalik buku tersebut dan melihat ke label harganya, Cukup mahal rasanya untuk membeli kumpulan gambar seperti itu (bagiku) dengan harga kisaran 300k. Buku itu memang sepantasnya dimiliki oleh kolektor seni foto dan orang yang gemar memotret, karena ada seorang bapak yang berada disebelahku dan membeli buku itu, ketika aku bertanya mengenai profesinya, dirinya adalah seorang fotografer.
Comments
14 responses to “Playboy Magazine”
Ah… Gw yang pertama….
Horeee!!!
kalo P.C (pleiboi css) ?
2#…
pembunuhan karakter
loh, rendy ini masturbasbangsamabambang?
idih!
#2, kok gue? *jitak doni*
kalo gak salah yang punyanya itu anak ardan ren.
*bukan pleiboi*
#5 temen gw juga ada yang punya. gw baru tau pagi ini.
isinya bener2 buat orang yang seneng sama fotografi
klo ada yg punya ebooknya kirim ke kusut yaa
:evil::evil::evil:
HARE GENE MASIH DOYAN PLAYBOY?? PLIS ATUH LAHHH….:razz::mrgreen:
#9 majalah kamu playgirl yah mi… ? yang isinya gambar co2 macho…?
tes…. tes…
jadi besok apa lgi? setelah saat ini ntar pasti gak perlu dikasih kover lagi.
setelah ini pasti akan ada tiara – tiara yg lain ( yg smart , padahal goblog ).
Semakin lama permurtadan semakin menjadi – jadi.
Kiamat memang usdah dekat.
#12 aih.. om kus ngambek….
Eih…Gw malah punya kawan yang di juluki PLAYBOY CSS
* Berlalu dengan santai