Saat saya menulis postingan ini, saya belum lama terbangun dari tidur siang, maklum, akhir-akhir ini banyak begadang merangkum isi buku, menuangkannya kembali kedalam bentuk tulisan serta meramunya dengan aktivitas sehari hari, jadi kalau tertidur di atas kursi adalah hal yang amat lumrah yang sudah sering saya alami.
Saya terbangun karena memang sudah cukup tidur, dan ketika mata terbuka melihat layar komputer penuh dengan tab pesan melalui Yahoo Messenger, entah itu ada yang mengajak makan malam, makan siang, rapat ini, rapat itu, membuat ini, membuat itu, macam macam, dan semuanya memerlukan waktu untuk diproses benar benar dikepala, apalagi ketika ditanyakan ini dan itu ketika baru bangun, wow, saya yakin pembaca juga sering mengalami hal yang sama, baru terbangun, diminta untuk berpikir ini dan itu dan diharuskan menghasilkan keputusan yang tepat dalam waktu singkat.
Whiiw, kadang diminta untuk hadir disini dan hadir disitu, entah itu untuk urusan pribadi, urusan pertemanan, terkadang urusan dagang, dan kesemuanya seringkali berantakan karena jadwal yang mepet, tapi molor karena keasyikan ngobrol.
Ngga tau kenapa, tiba-tiba saya teringat dengan kedua orang ini.

Hayo, siapa yang ingat?
Ini adalah foto dari Albert ‘Al’ Calavicci (Dean Stockwell), dan Sam Beckett (Scott Bakula), dari serial film Quantum Leap yang diputar di NBC sebanyak 96 Episode dari tahun 1989 sampai 1993 (pernah diputar juga di Indonesia beberapa tahun silam), film ini, memiliki genre yang bervariasi karena bercampur mengikuti perjalanan petualangan lompatan ruang dan waktu dari Sam Beckett.
Sam Beckett selalu ditemani oleh asisten virtualnya, Al, selama dia bertualang mengarungi ruang dan waktu, Al membantu Sam banyak sekali dalam berbagai hal, mulai dari membaca situasi, menginformasikan waktu, menginfokan benar atau salah, sampai menemani Sam dalam situasi yang sulit. Al merupakan asisten virtual yang berbentuk manusia hologram, dia tidak dapat disentuh, dapat menembus tembok, dan juga tidak dapat dilihat orang lain kecuali Sam, anak kecil, dan juga hewan peliharaan. Al dijalankan oleh komputer super bernama Ziggy, dia juga selalu membawa “PDA” kecil yang berwarna warni dan memiliki lampu-lampu dan bunyi yang menarik, ia selalu memencetnya ketika ingin mengetahui informasi yang terbaru.
Ketika Sam dalam masalah, ia menyebutkan kata kunci yang dapat mengeluarkan ia dari masalah, “Oh Boy…” dan melihat penampilan baru dia dalam cermin, seketika itu pula dia masuk kedalam dimensi baru, tentunya ditemani oleh Al.
Kira-kira yang ada di benak saya adalah, mungkinkah ada gadget yang berbentuk tokoh digital seperti Al, selalu ada setiap saat dalam saat apapun dibutuhkan, membantu mengelola jadwal, menginfokan situasi, membantu membuat keputusan, tidak terpengaruh dengan waktu, dan mempermudah pekerjaan?
Seandainya…
Leave a Reply