Satu pesan singkat yang sering saya dengar dari Calon Walikota Bandung, adalah padanan kata “Get a Life” yang artinya, gapailah hidup. Ada banyak hal yang saya sadari setelah saya resapi makna kata tersebut, meski umur saya belum lah setua Bapak Calon Walikota itu.
Manusia yang saya kenal, di sekeliling saya, kebanyakan adalah manusia yang diperbudak oleh harta, tahta, wanita, kuasa, pendidikan dan teknologi. Sebagai contoh, taruhlah pembaca blog ini, Bangun pagi pagi, Scan Antivirus sambil baca email, ngopi sarapan pagi, membalas email, mengerjakan pekerjaan lain, makan siang, membaca dan membalas email lagi, terus gadgetnya terkena virus, dan menscan antivirus lagi.
Belum lagi yang pergi subuh pulang malam, karena tempat kerjanya jauh, dan hidupnya dibebani oleh titel yang berat, IR, SH, MBA, ST, MT, bla bla bla, tetapi titelnya tidak dipakai dengan baik, mungkin juga yang pakai titel MBA tidak bisa diminta menghitung dengan baik, atau yang pakai titel IR tidak memiliki soft skill untuk mengganti lampu bohlam dirumahnya yang putus.
Lagi lagi diperbudak oleh pendidikan.
Saya pun terkadang sering lupa jika sudah asyik mengerjakan pekerjaan, dan terkadang lupa, siapa saya itu, dan mungkin dengan pedenya bercerita mengenai pekerjaan saya, orang-orang yang saya banggakan, dan kesemuanya tak lebih dari sekedar tingkatan semu yang dibuat-buat oleh masyarakat, atau opini orang banyak.
Saya ternyata tak lebih dengan anda, dan anda pun tak lebih dengan saya, lahir dengan telanjang, dan kembali dengan telanjang pula nanti, ngga akan bawa gadget, dalam kondisi kelebihan dan kekurangan yang sama jika kita jumlah, baik dan buruknya, hanya saja berbeda jalan yang ditempuh dalam menuju kepulangan.
Ada yang menempuh jalan dalam menuju kepulangannya seperti hal yang saya ceritakan diparagraf 2 dan 3, ada pula yang menempuh jalan dalam menuju kepulangannya dengan menikmati keindahan ciptaanNya dan mensyukuri hal tersebut.

Adapun yang saya inginkan sebagai ciptaanNya, jika nanti saya berjalan menuju ketempat terakhir, saya dapat menikmati karyaNya yang indah dan mensyukuri apa saya dapat selama ini, dan apa yang akan saya dapat kelak.
Semoga kepergian yang panjang kali ini bukanlah kali terakhir saya menginjak tanah air, dan saya pun dapat mengerti, apa arti kata “get a life” yang sesungguhnya, sabar, ikhlas, tawwakal.
Get a Life
Comments
34 responses to “Get a Life”
-
Salam kenal pak,
keren tulisannya..apalagi dah naik haji 🙂 -
Salam kenal, mas
Good enlightment, yes, our life should be balance… -
wah selamat, turut berbahagia, jadi hajii mabrur dan selalu diberkahir Allah swt.
-
hi.. me PR3.. link me and buzz me.. i ll link u back.. i have one more site.. abisheks.blogspot.com.. please link this also..
Leave a Reply