Saya menggunakan Presario X1404 untuk pekerjaan sehari-hari, usia pakai notebook ini sudah 2 tahun, penuh bercak kotoran, tempelan stiker sana sini juga goresan goresan yang menandakan bahwa notebook ini sudah BEP jika dikurangi dari pendapatan dan harga pembelian 😀
Pekerjaan saya membutuhkan koneksi internet yang tidak terbatas oleh waktu dan fleksibelitas yang cukup tinggi, saya hampir selalu membawa notebook ini ketika bepergian bahkan ke mall, untunglah di mall-mall terkemuka di Bandung sudah banyak yang menyediakan akses internet nirkabel gratis, atau berbayar, yang cukup menolong saya dalam melakukan pekerjaan jika bosan menetap di dalam kampus.
Normalnya penggunaan baterai notebook ini sekitar 3,5 jam dalam kondisi baru dan tidak menjalankan aplikasi terlalu banyak, akan tetapi setelah 2 tahun penggunaan, umur pakai baterai ini hanyalah 1,8 jam, jika menggunakan wifi dan aplikasi standard yang selalu saya gunakan, tentunya daya baterai bisa dihemat jika menggunakan OS linux, perbedaannya cukup signifikan, yakni 30 menit.
Dalam keseharian, saya jarang sekali menggunakan WIFI, dikarenakan kecepatan maksimum yang bisa ditransfer melalui antena internal notebook saya hanyalah 54Mbps, sayangnya akses poin yang digunakan disini meski support 54Mbps tetapi sinyal yang diterima oleh notebook saya kurang bagus, dikarenakan banyaknya interferensi sinyal (sudut barat laut ITB, dekat Batan) dan juga noise yang cukup tinggi (hasil pengukuran menggunakan netstumber).
54Mbps sebetulnya hanyalah kecepatan maksimum yang bisa dilalui dari notebook saya ke akses poin saja, tentunya hal ini tidaklah terlalu sempurna dikarenakan antena internal yang digunakan di notebook ini adalah antena omnidirectional, kurangnya fokus antar titik dari notebook ke akses poin membuat kecepatan 54Mbps ini hanyalah sebuah teoritikal saja, meski lokasi akses poin dan notebook cukup dekat dan tidak terhalang oleh benda keras.
Oleh karena itu, saya lebih senang untuk menggunakan kabel LAN, meski kecepatan stabil yang bisa saya peroleh hanya sekitar 8,9MBps atau 71,2Mbps (thanks to DLINK sux), tetapi hal ini cukup menyenangkan, di lokasi kuliah saya ini, banyak sekali colokan inbow atau outbow untuk kabel Lan. Tentunya tidak terlalu menyulitkan untuk membuka dan menggulung kabel, dan jelas jelas hemat baterai karena bisa langsung colok kabel power supply disebelahnya. 🙂
Jadi wifi sesekali saja lah, ke Mall kan tidak tiap hari, dan koneksi gratisan di mall-mall tidak bisa ssh dan buka port lain untuk pekerjaan saya 😀
Bagaimana dengan anda ? enak pakai wifi atau kabel ?
Leave a Reply