Blog

  • Smart Telecom

    Bandung kehadiran salah satu operator telepon baru, SMART Telecom, perusahaan milik Sinar Mas Group ini cukup berani untuk membangun jaringan disela pemain besar seperti Mobile 8, Bakrie Telecom & Telkom Flexi. Smart di Bandung juga mengungguli pesaingnya yaitu CERIA, produk dari Sampoerna Telecom yang belum launching juga di Bandung tetapi sudah memiliki kantor di Bandung 1-2 Bulan yang lalu. Smart merupakan produk CDMA berlisensikan mobile, seperti produk dari Mobile 8 (Fren) Kartu ini tidak perlu diganti ketika keluar kota, prefiksnya 0881 jadi bukan nomor lokal seperti produk Bakrie Telecom & Telkom Flexi.
    smart.jpg
    Harga yang ditawarkan Smart ini cukup kompetitif, kartu perdana dijual dengan harga Rp.20.000 Termasuk PPN & Pulsa Rp.10.000. Tarif yang ditawarkan cukup menggiurkan, yakni Rp.45 per menit untuk sesama SMART, dan sms ke sesama Smart yaitu Rp.25, sedang SMS ke operator lain Rp.275 per menit sms, dan telepon ke operator lain Rp.550/30 Detik. Akses Data yang ditawarkan cukup murah, Rp.2.2 / KB dan tarif yang ditawarkan sudah termasuk PPN.

    SMART juga menawarkan bundling menarik, yaitu pembelian HP bersama dengan kartu Smart, untuk produk tertentu anda bisa mendapatkan HP yang cukup bagus, seharga Rp.349.000 Include Pulsa sebesar Rp.120.000 yang bisa dipergunakan keseluruh operator.

    Sejauh yang saya pakai, Sinyal SMART cukup bagus, dan juga untuk masalah kualitas suaranya, Smart jauh lebih baik dibanding provider lain, mungkin karena jumlah penggunanya di seluruh Bandung ini masih sekitar 300-500 orang (menurut data dari mereka) dan juga Smart menggunakan Frekuensi 1900Mhz. Produk ini boleh dilirik juga sebagai teman mudik untuk lebaran nanti, karena jangkauannya cukup luas, sudah mencakup kota kota besar di Pulau Jawa.
    Informasi lebih lanjut bisa dibuka di situsnya.

    Need A Web Hosting?

    Click Here!

    Advertise Here!

  • Agak Ndeso ?

    Ini hari kedua saya menggunakan PC secara aktif setelah 3 tahun saya menggunakan notebook yang sekarang saya simpan karena kondisinya agak mengkhawatirkan, 3 tahun bersama dengan notebook itu, sudah 2 kali ganti harddisk dan juga 1 kali ganti motherboard, bahkan kepingan memory tambahan yang saya pasang pun sudah rusak beberapa hari lalu, 3 tahun lalu hidup saya memang tergantung sekali terhadap laptop itu, makan dari situ dan juga mendapatkan pacar dari situ 😀

    Biasanya saya menggunakan keyboard di notebook dengan santai, dan tidak perlu mengangkat jari tinggi-tinggi karena memang keyboard didesain dengan datar agar memudahkan dalam melipat notebook tersebut, sampai sampai keyboard tersebut hilang hurupnya karena keseringan dipakai, dan beberapa cat dipinggiran notebook itu sudah memutih, bukan menghitam lagi.
    keyboard.jpg

    Lain halnya dengan PC, keyboard yang saya dapat sebagai oleh oleh dari vendor ini di desain dengan cukup baik untuk pengguna pc, yang bukan pengguna notebook aktif sebelumnya, saat saya mengetik, meja saya terdengar paling berisik, cetak cetuk cetak cetuk, karena cara saya mengetikkan hurup-hurup di keyboard persis seperti orang menggunakan mesin ketik manual, memang dahulu saya terbiasa menggunakan mesin ketik, sebelum beralih ke komputer. Sehingga gaya-gaya mengetiknya memang agak agak berbunyi, yah agak ndeso lah, jadul :p