Blog

  • Cara Menanggapi Saran

    Hai, kita akan bermain dengan imajinasi, sekarang anda bisa membayangkan diri anda sebagai pegawai rendahan disebuah perusahaan dan anda dipojokkan dengan pertanyaan yang menyudutkan anda, tentunya di sela sela pertanyaan yang menyudutkan itu, pastilah ada yang memberi saran. Saya yakin, ketika anda dalam posisi itu, anda dapat menerima semua saran dengan lapang dada, dan juga mungkin akan mempergunakannya untuk memperbaiki kesalahan dari perusahaan itu.

    Akan tetapi, coba anda bayangkan jika anda sekarang menjadi seorang petinggi disebuah perusahaan, dan anda dipojokkan dengan pertanyaan yang menyudutkan anda, dan seperti kasus diatas, ada yang memberikan saran untuk masalah yang anda hadapi. Bagaimana reaksi anda? Menerima saran tersebut, atau malah mencaci maki pemberi saran?

    Yang baru baru ini saya alami, memberikan saran terhadap seorang petinggi disebuah perusahaan, tetapi malah anda dihina hina oleh petinggi tersebut dan juga petinggi tersebut mengemis ngemis meminta hal gratisan dengan alasan tidak punya uang, sungguh alasan yang miris, dan tidak sepatutnya dikeluarkan oleh seorang petinggi tersebut. Seharusnya beliau bersyukur diberikan saran, dan juga masukan, bukan malah menghina lalu ujung ujungnya mengemis, mental melayu!

    Jika saya menjadi pemilik perusahaan itu, atau orang yang memanage petinggi itu, tentu saya akan memecatnya, karena kerjanya tidak benar alias tidak transparan dan pekerjaannya berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, dan juga telah memalukan perusahaan dengan makiannya.

    Bagaimana dengan anda ? apakah anda akan memecatnya juga? Yang butuh kerja banyak loh!, dan yang lebih berkompetensi dari orang itu juga banyak!

    PS: Hal ini benar benar terjadi tadi malam! Seorang petinggi dari sebuah perusahaan jasa (profit, bidang pendidikan) di Bandung, dan terjadi di dalam sebuah forum yang diikuti ribuan orang!

  • Tombol Sleep Itu

    Saat saya menulis postingan ini, saya menggunakan PC build up dengan keyboard HP tipe KB-0630. Model keyboard ini agak agak mirip dengan keyboard untuk laptop, hurupnya tipis, sehingga jika untuk menulis cepat, itu lebih enak dan tidak berbunyi cetok cetok. Jika anda pengguna notebook, nampaknya keyboard ini bisa menjadi salah satu keyboard favorit anda.

    Yang disayangkan dari keyboard ini, adalah tombol sleep yang berjarak kurang dari 1 cm dari tombol esc, dan untuk anda penggemar tombol esc, nampaknya keyboard ini harus dijauhi, selama hampir 2 jam menggunakan keyboard ini, mengetik memang enak, tetapi ketika hendak menekan tombol esc, selalu saja tombol sleep yang tertekan. Mungkin desain keyboard ini bukan untuk orang berjari besar seperti saya ya, semoga saja dugaan itu benar.

    *maap no skrinsut, ga bawa device berkamera*