Blog

  • Harga Bensin Naik, Pada Kena Sekem Pemerintah!

    3 minggu lalu, waktu harga pertamax naik jadi Rp.8250 saya mengisi bensin di SPBU milik pertamina di Jalan Sunda Bandung, ada yang berbeda disana, ketika mengisi disambut dengan amat ramah, dan didahulukan dibanding mobil yang membeli premium (padahal cuma beli buat motor, kurang dari 3 liter), petugas diganti, karena yang melayani pertamax disana bukan pria, yakni mbak mbak yang cukup nyaman dipandang, dan selalu mengajak mengobrol pembeli pertamax, berbeda dengan pelayanan yang didapat ketika membeli premium.

    Barusan saya dan adik keliling Bandung, melihat SPBU milik pertamina, yang dipenuhi antrian orang-orang (terutama pengguna sepeda motor), dan juga beberapa petugas kepolisian yang berjaga khawatir akan terjadi kerusuhan saat kenaikan harga BBM jenis premium yang cukup lumayan, yakni menjadi Rp.6000, dari sebelumnya Rp.4.500, antrian di beberapa SPBU cukup panjang, sampai sekitar 150 meter, dan membuat petugas sibuk mengatur antrian, mungkin perlu mengantri sekitar 1 jam bagi pengguna sepeda motor untuk mendapatkan harga yang masih belum naik.

    Padahal kalau dihitung, rata-rata sepeda motor memiliki kapasitas tangki 3-3,5 liter, artinya dengan asumsi bahwa tangki bensin hanya diisi dengan 3 liter saja, dan selisih harga yang ada adalah Rp.1500 (Rp.6000-Rp.4.500) dikali tiga, yakni Rp.4.500, cuma ngantrinya itu loh, panjang, dan ini sudah malam hari pula, Rp.4.500 ngga lebih dari sepiring nasi goreng, malah kurang, harus mengantri dan kehilangan waktu beristirahat yang mungkin amat berharga bagi sebagian orang, duh sekem banget dari pemerintah, mirip dengan isu kenaikan bbm yang dipancing beberapa minggu sebelum kenaikan, mirip dengan Apple yang mau ngeluarin Iphone yang dibuzz setahun sebelum dilaunching, bikin resah orang-orang dengan keadaan yang tidak pasti.

    Lalu, apakah tadi saya ikut mengantri? tentu tidak, pengguna sepeda motor berbahan bakar jenis Pertamax dipersilakan mempergunakan jalur lain, bahkan dikawal dan didahulukan daripada kendaraan roda empat yang mengisi premium, kok dibedakan? ya mbayarnya beda :p

  • Komputer Ga Mungkin Salah!

    “Mana mungkin hasilnya ngaco, komputer kan ga mungkin salah…”

    Kayaknya perkataan diatas sering terdengar 4-5 tahun lalu, apalagi waktu saya masih SMU, setiap ujian diperiksa menggunakan LJK (Lembar Jawab Komputer) dengan alasan efisiensi waktu pemeriksaan dan juga meminimalisir “nilai kasih sayang” yang sering diberikan oleh Staff Pengajar waktu dulu, padahal yang ada malah merepotkan kedua belah pihak, karena harus memeriksa ulang lembar jawaban dua kali, karena ada beberapa jawaban yang ditandai dengan bintang akibat tidak terbaca, Old school style yang pengen modern deh kira-kira, menggunakan teknologi yang lama (486 dkk @ 21th Century!).

    Tapi omong-omong soal teknologi lama, saya punya cerita lucu tentang beberapa kejadian yang saya alami akhir-akhir ini, dimana ada salah seorang yang baru saya kenal bercerita tentang dirinya yang tidak pernah mau menggunakan produk open source baru seperti Mozilla Firefox, flock, tapi dia hanya mau menggunakan produk lama, yakni lynx, tanpa java script dan cookies yang dienable (bahkan tanpa gambar, karena dia tidak mau menggunakan komputer dalam mode desktop), karena dia amat takut terhadap kode jahat yang banyak tersimpan di ranah maya ini yang dapat merusak komputernya (dan menjelaskan dengan dalil-dalil teknis yang sesungguhnya amat jarang dipergunakan oleh orang awam seperti saya)

    (kenapa tidak sekalian takut menggunakan mobil karena takut tertabrak?, atau takut keluar rumah karena terkena sinar matahari akan menyebabkan kanker kulit), dan ia protes amat keras ketika membuka salah satu web saya yang mengharuskan menerima cookies dan mengizinkan penggunaan java script dalam browser, wow, sebuah pemikiran yang amat aneh rasanya ditengah keanekaragaman dunia yang indah dan berwarna-warni ini, mengapa tidak sekalian memutuskan untuk tidak menggunakan internet saja, karena bahaya pornografi dan banyaknya isu sosial yang dapat menyulut perang nuklir?

    Ternyata ada lagi isu menarik, berkaitan dengan jargon, Komputer Ga Mungkin Salah!, Saya dan beberapa teman kesulitan mencari orang di Bandung untuk mensukseskan acara roadshow linux, dan orang tersebut dikehendaki bukanlah orang yang mampu berbicara fasih mengenai teknis, karena orang seperti itu sudahlah banyak, tinggal comot dari sini dan situ saja sudah bejibun jumlahnya, tapi kami perlu orang yang dapat mengkomunikasikan penggunaan linux kedalam bahasa manusia awam, sehingga akan banyak orang awam yang berminat menggunakan linux, bukan mempromosikan penggunaan linux yang nantinya malah mendorong orang menggunakan produk bajakan karena linux diperkenalkan sebagai teknologi yang membuat anda susah. Tentu saja orang tersebut adalah orang yang sukarela mau menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk perkembangan keanekaragaman software di Indonesia, sehingga jargon Komputer Ga Mungkin Salah tersebut bisa diluruskan paradigmanya.

    Berminat ? Anda yang di Bandung dapat datang langsung ke Qwords.com Web Hosting Indonesia, Jl. Cisitu Indah no.8 Bandung, telp 022.70417499, email, rendy at Qwords dot Co dot ID biasanya kegiatan diskusi persiapan roadshow Bandung dilakukan disini, atau bisa juga datang ke IGOS CENTER di BE-Mall Bandung, Jl.Naripan, untuk berkoordinasi dengan sdr.Yudha (KLuB).