Category: Personal

this post contain personal action or problem or something that i can tell to the public

  • Bagaimana Memilih Otak-Otak?

    Udah rada siang, meriksa kerjaan, dan browse Planet Terasi, hampir 1 minggu ga browsing, banyak ketinggalan cerita-cerita unik. Kepentok sama tulisan calon walikota yang menjelaskan bagaimana cara memilih batere untuk laptop.
    Dipikir-pikir, perlu juga menuliskan bagaimana cara memilih otak-otak yang enak serta terjangkau harganya. Mengingat waktu bulan puasa kemarin, ada yang sempet kena scam tukang otak-otak di Bandung hahaha…
    oo1.jpg
    Kira-kira seperti ini, figur otak-otak yang enak, satu buah harganya seribu lima ratus rupiah, besarnya pas, seukuran 2 jari manusia, tebal, dan empuk. Rasa ikannya terasa dilidah, sampai ke tenggorokan, disajikan dengan saus sambal merah dan saus kacang.
    Saya pribadi lebih menyukai saus kacang, karena rasanya lebih nikmat, dan tidak terlalu pedas dibanding dengan saus sambal merah.

    Menurut Saya, bagaimana memilih otak-otak yang sekiranya pas untuk kita, itu sesuai selera, berdasarkan pengalaman, yang bisa saya bagi adalah sebagai berikut:
    1.Tanya harga terlebih dahulu sebelum makan otak-otak.
    ini adalah hal yang terpenting, karena makan otak-otak itu ngga cukup 1 biasanya, bisa 5, bisa 10, bisa juga 20 buah, tergantung ukuran, rasa, dan juga faktor L (LAPAR).
    2.Coba 1 buah otak-otak dahulu sebelum memesan banyak.
    Biasanya orang kecolongan tidak mencoba otak-otak karena berbagai alasan, buat hadiah dibungkus langsung, sedang puasa (ramadhan), atau memang sedang kenyang. Jika merasa kenyang, cukup coba ujungnya saja, jika rasa sudah OK, barulah pesan dengan jumlah yang lebih banyak.
    oo2.jpg
    3.Cobalah sambal / sausnya, dengan atau tanpa otak-otak.
    Saus atau sambal yang enak, tidak membuat sakit perut, melainkan membuat anda makan lebih banyak, cobalah sambal atau sausnya dengan atau tanpa otak-otak, agar anda tahu rasa aslinya.
    4.Pastikan Otak-Otak yang anda makan sudah matang.
    Berhubung otak-otak adalah makanan olahan yang bukan berupa ikan saja, anda perlu untuk memastikan hasil panggangan / gorengan tersebut matang, ini dimaksudkan agar anda terhindar dari sakit perut karena memakan makanan olahan yang belum matang sempurna.

    Untuk otak-otak ini saya membelinya di Labuan (Banten) kemarin, nama tempatnya adalah Warung Bu Ntin, tepat disebelah kantor kecamatan Labuan, selain menyediakan otak-otak, warung ini juga dilengkapi dengan sajian penganan laut seperti Udang Jerbung, Cumi Cumi, dan kawan kawan mereka. sf.jpg Harganya terjangkau dan amat enak karena menggunakan bumbu yang sederhana dan alami. Labuan merupakan salah satu tempat pemasok hasil laut terbesar di Propinsi Banten jadi soal kualitas penganan laut, boleh diadu.
    Bagaimana dengan anda? Apakah anda seorang penggemar otak-otak juga? Ceritakan pengalaman anda disini 🙂

  • Manasik Haji

    27 Oktober kemarin, saya mengikuti acara Manasik Haji, sebagai persiapan untuk keberangkatan saya dalam Ibadah Haji tahun 2007 ini. Mengikuti manasik haji itu ternyata tidak terlalu mudah, karena waktunya amat mepet, jumlah acara yang terlalu sedikit, dan juga kesiapan saya yang agak kurang dalam mengikuti acara ini dikarenakan banyaknya urusan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu serta pendelegasian tugas di kantor (juga penundaan kuliah). Pihak penyelenggara memberikan 3 kali waktu untuk manasik haji, yang pertama adalah persiapan awal, ini dilakukan di tempat pihak tour haji (september), yang kedua adalah praktik Manasik di Asrama Haji Pondok Gede, dan juga pemberian vaksin anti meningitis (oktober), serta yang terakhir adalah persiapan terakhir sebelum berangkat (desember).
    Yang ingin saya ceritakan adalah pada saat mengikuti acara manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, ini adalah kali kedua saya beranjak ke AHPG ini, dahulu saya tidak sampai masuk, hanya diluar saja, kalau kemarin itu, memang turun kelapangan, mengitari miniatur Ka’Bah dan mengikuti simulasi Haji, nyaris komplit (tanpa tahalul, dan wukuf). Yang paling berkesan adalah yang banyak mengikuti acara itu, bukanlah dari peserta calon haji, tetapi dari murid murid TK di Jabodetabek yang sama sama melatih diri untuk mengelilingi miniatur Ka’Bah dan juga simulasi haji.
    Masih banyak sekali persiapan yang harus saya lakukan sebelum bepergian, selain membenahi urusan kuliah, kantor, juga mempersiapkan mental dan kesehatan fisik yang amat perlu ketika menghadapi perjalanan selama hampir 30 hari.
    Ohya, Haji yang nanti saya ambil adalah Haji Tammattu, jadi Umrah dulu, baru Haji, dilakukan demikian agar tidak terlalu lama ber-ihram jika mengambil Haji Ifrad, dan konsekuensinya adalah membayar DAM sebesar 1 ekor domba.
    Adakah blogger yang juga berpergian nanti dan sudah menjadi calon haji 2007 ? Kopdar yuk :p