Category: Personal

this post contain personal action or problem or something that i can tell to the public

  • Tembok Tua Itu

    braga1.jpg Siang ini ceritanya saya habis berkeliling kota Bandung, berbelanja beberapa keperluan pekerjaan, iseng-iseng pulang lewat jalur yang sudah lama tidak saya lewati, ya, Viaduct, dulu biasanya tiap hari lewat kolong jembatan ini, kadang satu hari bisa 2-3 kali, sekarang jalur menuju kearah sana belum tentu 2 minggu sekali.

    Sebelum lewat Viaduct, dari arah Asia Afrika, tentunya melewati Jalan Cikapundung dan masuk menuju Jalan naripan yang hanya sepotong dan berbelok kearah Jalan Braga, disinilah asal muasal istilah Paris Van Java bermuara. Dahulu kala, jaman kuda masih gigit besi dan internet masih seperti sedia kala, Jalanan ini setiap sorenya penuh dengan muda-mudi yang senang berpelesir, karena daerah ini merupakan pusat perbelanjaan yang pada waktu itu amat berkelas, dan juga tempat anak nongkrong MTV jaman Baheula Hang Out, di malam hari, daerah ini seperti Paris dimana banyak pelacur yang berkeliaran yang menyaru sebagai anak-anak nongkrong, mirip kejadiannya dengan Dago sekitar tahun 90an-2000an (kalau sekarang ga tau dimana) ya pokoknya gitulah ceritanya.

    braga2.jpgSebetulnya bukan hal itu yang hendak saya bahas, melainkan mengenai gambar yang ada di postingan ini. Jika tembok ini adalah sebuah website dan memiliki hit Counter, pastilah ia akan menunjukkan traffic yang tinggi, kenapa? Setiap melewati Jalan Braga dan melihat ke tembok ini, pastilah ada minimal 2 orang yang sedang berfoto, atau segerombolan orang-orang yang berfoto menggunakan latar belakang tembok tua ini, dan tidak tanggung tanggung, bergaya ala retro pun mereka lakoni, Kreatif, untungnya tidak ada orang yang memungut bayaran untuk setiap foto yang dijepret dengan latar belakang tembok ini. Percaya atau tidak, teman-teman saya yang sering memotret juga sering memoto tembok ini, ada apa ya dengan tembok itu ?

    FYI, toko dimana tembok itu berada sebetulnya dijual, sudah bertahun tahun tidak laku, apa karena hokinya habis dibawa yang berfoto ? Wallahualam..

  • Hilang Pulpen & Stylus itu…

    4 bulan terakhir ini, saya memiliki “penyakit” baru, entah tertular oleh siapa, penyakit itu adalah sering kehilangan / menghilangkan benda kecil berukuran panjang sekitar 4-10 cm berdiameter kurang dari 1 cm.

    Pulpen adalah nama benda yang paling sering saya hilangkan dalam kurun waktu 4 bulan tersebut, jika sedang apes, dalam sehari saya bisa menghabiskan 1/2 lusin pulpen, maka dari itu saya membeli pulpen seharga Rp.5000 per box alias 1 lusin (12 buah) di toko alat tulis dan sengaja menyediakan stock di tas 1 lusin, di meja 1 lusin dan di kamar 1 lusin, entah benda kecil itu sering lenyap dimana, yang jelas pagi ini saja saya sudah kehilangan 3 buah pulpen, yang baru saja saya keluarkan dari kardusnya.

    Stylus PDA juga sering saya hilangkan, dalam 2 bulan ini sudah 2 buah yang hilang, kemarin saya sengaja memesan stylus berukuran besar (sebesar pulpen) 2 buah dari salah seorang rekan di milis, dengan harapan stylus ini tidak mudah hilang dan serta memiliki berat yang cukup membuat saya sadar jika benda ini terjatuh dari kantung saku saya.

    Yang jadi keheranan saya adalah, apakah ada nama ilmiah dari “penyakit” kehilangan benda seukuran mini ini? dan bagaimana menyembuhkannya? apakah ada diantara anda yang pernah mengalaminya dan bisa lepas dari permasalahan ini? silakan berbagi disini 🙂