Begitulah kiranya yang saya tangkap dari artikel ini, dari kalimat
“Despite already abundant coverage of him, President Susilo Bambang Yudhoyono is set to launch a website of his own that would highlight his daily activities.â€
Memang sudah waktunya masyarakat luas khususnya pengguna internet mengetahui kegiatan dari Presiden RI, mungkin jika tahu beratnya, orang-orang yang sering menarik uratnya dipapan atas karena keinginannya untuk menjadi presiden, bisa berpikir 2-3 kali untuk menarik urat lebih keras lagi dan membakar uang rakyatâ„¢ untuk kampanye.
Dari artikel ini juga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga diketahui akan merekrut wartawan yang akan memberikan berita secara real time yang dipadukan dalam website ini.
Pembesar tingkat internasional lain, selain Presiden RI yang saya ketahui memiliki Blog juga adalah Hermawan Kartajaya, beliau sempat meluangkan waktu sekitar 5 menit kepada saya disela kunjungannya di SBM ITB hanya untuk bilang, “Eh, aku sekarang nge-Blog loh, Ren….Waaa Asyik lo nge Blog itu ternyata… (panjaaang…dst…).â€
Lain lagi dengan Pembual tingkat Internasional ini, sampai sampai penulis artikel tersebut pun tertipu olehnya, Beliau tidak memiliki Blog terkecuali Blog yang ditulis oleh Blogger-Blogger Penggemar leluconnya.
“The content of the website will be more or less similar to that of whitehouse.gov, which is owned by the U.S.Gadjah MadaUniversity in Yogyakarta. government,” said Roy, who is an expert in information technology (IT) and a lecturer at Gadjah Mada University in Yogyakarta.
Sebuah Kebohongan Publik lagi, Bukanâ„¢ ?
Selain Pelawak ini, ada hal menarik yang saya baca dalam artikel tersebut,
“IT consultants grouped under the Air Putih Foundation, which has set up an IT backbone and related facilities in tsunami-stricken Aceh province, have been tasked with designing and maintaining the website.
The team will obtain bandwidth of 1 gigabit, with its server co-located with state-owned telecommunications company PT Telkom.
The cost for designing and registering the website would be less than Rp 100 million (around US$10,100), excluding costs for monthly maintenance.”
Jika sebuah Foundation, betapa mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk membuat portal ini, dan apakah Air Putih ditunjuk secara langsung ? Proyek ini bernilai lebih dari 50 Juta Rupiah loh. dan apakah Rp.100 juta itu nantinya akan dipotong lagi dengan sogokan kiri-kanan ? dan Bandwidth 1 GB/S itu apakah Bandwidth International atau Local ? Bukankah lebih baik juga pemerintah (sekalian) memberikan Subsidi untuk Bandwidth karena banyak sekali Fakir Bandwidth di Negeri ini…
“Such capacity would be sufficient to accommodate the content and access from the public. For a comparison, the popular (Indonesian-language news portal) detik.com has around 2 gigabits of bandwidth,” said Roy.
Ah, Siapa Percaya ? Kalau detikâ„¢ yang Bilang sendiri, baru boleh dipercaya.
Dan Urlnya ?
“Among the names proposed to Susilo were president-ri.com, president-ri.go.id, presidentindonesia.go.id, istananegara.go.id, istana-presiden.go.id and presidensby.go.id.”
Jangan-jangan nanti diminta juga Fotokopi KTP dari Presiden bolak-balik format JPG, atau malah tidak diperbolehkan menggunakan domain tersebut, karena tidak sesuai dengan aturan, domain .go.id tidak boleh dipakai oleh perorangan 😀
Hi Depkominfoâ„¢!
Tetapi kita boleh acungkan 2 Jempol dari tangan kita (kaki ga boleh, ga sopan) kita untuk Presiden kita ini yang cukup peka terhadap perkembangan jaman dan Teknologi. Mungkin jikalau Pak Presiden sudah jadi Blognya, harus mendidik orang yang bilang Blog itu hanyalah Tren Sesa[a]t! =))
*Buat Mas Roy, jadi ini toh, maksudnya mas gembar-gembor kasus kemarin itu, Biar presiden NgeBlog kan? Wah, Selamat Mas… MAKAN MAKANâ„¢ :))*